BELU,mediatihar.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelestarian budaya lokal dan pemberdayaan masyarakat. Dekranasda Belu secara simbolis menyerahkan bantuan bahan baku kain tenun berupa benang kepada tujuh kelompok penenun di Desa Tukuneno dan Desa Persiapan, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, pada Senin (15/12).
Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Dekranasda Belu, Maria Fridolin Besin, mewakili Ketua Dekranasda Belu. Kegiatan ini secara khusus berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui pelestarian Tais Belu sebagai identitas dan jati diri masyarakat Belu.
Dalam wawancara media ini, Maria Fridolin Besin menjelaskan bahwa pembagian benang ini merupakan bentuk dukungan nyata agar para penenun, yang didominasi oleh “mama-mama” berusia di atas 35 tahun, dapat terus berkarya.
”Tujuan kami membagikan benang ini kepada mama-mama penenun di Desa Tukuneno sebagai bentuk dukungan untuk terus menenun dan melestarikan Tais Belu sebagai identitas dan jati diri orang Belu,” ujar Afy sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, Afy menekankan pentingnya kaderisasi sejak dini. Ia berharap para penenun senior dapat melibatkan generasi muda, khususnya anak-anak, dalam proses menenun.
”Kaderisasi ini adalah upaya untuk tetap melestarikan budaya tenun Belu sebagai identitas dan jati diri kita orang Belu, meskipun di zaman serba modern kita tetap terus melestarikan budaya kita,” tegasnya.
Afy Besin juga menekankan komitmen Dekranasda dalam pemberdayaan perempuan berbasis budaya dan komunitas, agar perempuan tidak hanya menjalankan rutinitas sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga dapat berkreasi dan mengembangkan talenta untuk membantu ekonomi keluarga
Dekranasda Belu juga berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan, khususnya terhadap tenun-tenun bermotif unik.
”Kami dari Dekranasda akan terus melakukan pendampingan agar tenun-tenun motif dari lidak dapat masuk ke galeri Dekranasda dan dapat kita promosikan ke manca negara, karena saya melihat dan menilai tenun bermotif tidak kalah menarik dari tenun-tenun lain di Kabupaten Belu,” jelasnya penuh optimisme.
Marta, salah satu perwakilan dari kelompok penenun, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dekranasda Belu atas dukungan yang diberikan.
”Semoga dengan bantuan ini kami lebih giat dan bersemangat untuk terus membuat kain tenun dengan cara yang tradisional. Kami juga bersyukur karena Dekranasda Belu terus mendampingi kami sebagai bentuk motivasi,” tutur Marta.
