Atambua, Mediatihar.com – Masyarakat Desa Lasiolat, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Belu atas bantuan bibit jagung yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Kegiatan penyerahan dan penanaman simbolis bibit jagung dilaksanakan pada Senin (24/11/25) di lahan seluas 20 hektar yang telah disiapkan oleh tiga kelompok tani Desa Lasiolat. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, penjabat Kepala Desa Lasiolat, dan berbagai pihak terkait sebagai tanda komitmen bersama dalam mengembangkan sektor pertanian.
Mewakili masyarakat dan seluruh kelompok tani, Ketua Gapoktan Desa Lasiolat Yulius Bau mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Bupati dan Wakil Bupati Belu. “Kami sangat bersyukur atas bantuan bibit jagung yang diberikan Pemda. Bantuan ini benar-benar membantu kita dalam memulai kembali budidaya jagung dengan varietas yang lebih baik dan harapan hasil yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Yulius menjelaskan bahwa bantuan bibit yang diterima adalah varietas Lamuru jenis komposit dengan jumlah total 375 kg untuk tiga kelompok tani. Menurutnya, varietas ini dipilih karena cocok dengan kondisi tanah di Desa Lasiolat dan memiliki potensi hasil yang optimal.
Selain bibit jagung, Pemerintah Kabupaten Belu juga memberikan bantuan olah lahan gratis sebanyak 20 hektar. Lahan tersebut dijadikan demplot atau kebun percobaan desa yang berfungsi sebagai area percontohan untuk penerapan teknik bercocok tanam yang lebih baik serta sarana pembelajaran langsung bagi petani.
Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves dalam sambutannya menegaskan pentingnya program ini sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat lokal. “Jagung dipilih sebagai komoditas unggulan karena kesesuaian dengan kondisi wilayah dan kebutuhan pasar yang tinggi,” katanya.
Vicente menambahkan bahwa target awal program ini adalah 20 hektar, namun kedepan akan diperluas hingga mencapai 100 hektar jika memungkinkan. Program ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi petani.
Program tanam jagung simbolis ini memiliki empat tujuan utama. Pertama, mendorong peningkatan produktifitas jagung melalui penerapan teknologi dan teknik budidaya yang lebih baik. Setiap tahap budidaya akan diawasi dan dibimbing oleh tenaga ahli agar menghasilkan hasil yang maksimal.
Tujuan kedua adalah memberikan contoh penerapan teknik budidaya jagung yang benar, mulai dari olah tanah hingga masa panen. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola lahan dan tanaman.
Tujuan ketiga adalah memperkuat semangat dan kerjasama antar kelompok tani dalam pengembangan pertanian desa. Kelompok tani diharapkan dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk memajukan sektor pertanian bersama-sama.
Sementara itu, tujuan keempat adalah menunjukkan komitmen pemerintah desa dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Pemerintah desa berperan aktif sebagai fasilitator dan pendukung dalam pelaksanaan program ini.
Penjabat Kepala Desa Lasiolat Wenseslaus Y. Da Costa Bria,SE., MM berkomitmen akan menyiapkan lahan guna penanaman jagung berkelanjutan. “Kita telah bersepakat untuk melanjutkan program ini dan mempersiapkan lahan yang lebih luas. Kami optimis program tanam jagung ini pasti berhasil dan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Belu,” pungkasnya.














