Kebahagiaan dan Senyuman Tulus Warga Leowalu: Irigasi Kembali Bernyawa, Petani Siap Pasok Bawang ke Pasar Atambua!

Lamaknen, mediatihar.com – Raut bahagia yang tulus menghiasi wajah setiap warga Desa Leowalu, Kecamatan Lamaknen, setelah sipon irigasi yang menjadi jantung pertanian daerah itu kembali berfungsi normal. Infrastruktur ini mengairi lahan pertanian seluas sekitar 20–30 hektare, yang merupakan sumber mata pencaharian utama warga.

Sebelumnya, sipon irigasi vital itu rusak parah akibat tergerus banjir pada tahun 2024. Kerusakan tersebut membuat sekitar 225 KK atau lebih dari 820 jiwa terpaksa menghentikan aktivitas bertani yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Kepala Desa Leowalu, Ignasius Bau, menekankan bahwa irigasi tersebut adalah satu-satunya sumber pengairan bagi warga yang mayoritas bergantung hidup dari sektor pertanian. Tanpa air yang lancar, seluruh aktivitas pertanian di daerah itu terhenti sepenuhnya.

“Irigasi ini menjadi satu-satunya harapan warga karena mata pencaharian utama di sini adalah pertanian. Desa Leowalu sangat terkenal dengan produksi bawang merah dan bawang putihnya,” ungkap Ignasius Bau dalam keterangan kepada media.

Sebelum irigasi rusak, para tengkulak dari kota Atambua rutin datang ke Leowalu untuk membeli hasil panen bawang. Namun semenjak banjir tahun lalu, aliran perdagangan tersebut terputus, membuat ekonomi warga tertekan dan sulit memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kami tidak bisa buat apa-apa. Sekarang air sudah lancar, masyarakat bisa kembali tanam sayur dan hortikultura lain untuk hidup keluarga dan biaya sekolah anak-anak,” jelasnya dengan nada lega saat diwawancara media ini.

Berfungsinya kembali sipon irigasi juga memberi peluang bagi petani untuk melakukan tanam hingga tiga kali setahun. Hal ini tidak hanya menguntungkan warga secara pribadi, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan yang digaungkan Bupati dan Wakil Bupati Belu, serta program Makanan Beragam dan Gizi (MBG) yang menjadi prioritas nasional.

Ignasius juga menyampaikan apresiasi yang dalam kepada Bupati Belu Willybrodus Lay dan Wakil Bupati Vicente Hornai Goncalves yang merespons cepat kebutuhan dasar masyarakat Leowalu. “Terima kasih untuk Bapak Bupati Willy Lay dan Wakil Bupati Vicente. Pemerintah desa siap mendukung segala upaya untuk kebaikan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu petani milenial, Kristoforus (31), juga mengungkapkan rasa syukurnya. Ia mengaku bahwa sebelum perbaikan, warga terpaksa membendung arus sungai dengan batu agar air dapat mengalir ke lahan. “Irigasi sudah jadi, kini kami bisa tanam kembali. Terima kasih Pemda Belu,” katanya.

Manfaat pulihnya irigasi tidak hanya dirasakan di Leowalu, tetapi juga mengalir hingga ke wilayah Desa Persiapan Backhelin. Selain itu, Pemkab Belu juga melakukan normalisasi kali untuk mencegah bahaya banjir di masa depan. Dengan pulihnya infrastruktur ini, masyarakat berharap produktivitas bawang dan hortikultura meningkat, ekonomi kembali pulih, dan suplai ke pasar Atambua kembali stabil.