Kado Valentine dari Atambua: Dokter Ansilla dan Tim BPBD ‘Sapu Bersih’ Pohon Rawan Tumbang

Ibu Kalak BPBD Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty,Bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan pemangkasan pohon tumbang di jantung kota Atambua.

ATAMBUA,Mediatihar Com – Dedikasi tanpa batas ditunjukkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu. Di tengah libur akhir pekan yang bertepatan dengan Hari Kasih Sayang, tim BPBD tetap siaga di lapangan demi memastikan keselamatan warga dari ancaman cuaca ekstrem.

​Di bawah komando Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty, Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama para Kepala Bidang melakukan aksi proaktif pemangkasan pohon dan ranting yang berisiko tumbang di jantung Kota Atambua, Sabtu (14/02/2026).

​Langkah mitigasi ini diambil menyusul tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Fokus utama penyisiran meliputi area vital dengan mobilitas tinggi, seperti seputaran RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD dan area pendidikan TK Kuntum Bahagia.

​Kalak BPBD Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab nyata terhadap keselamatan masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL.

​”Sejak kemarin wilayah kita dilanda curah hujan ekstrem yang berpotensi menimbulkan risiko pohon tumbang. Hal ini sangat mengancam pengguna jalan dan fasilitas umum,” ujar drg. Ansilla melalui pesan WhatsApp.

​Mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Belu ini menekankan bahwa pemilihan waktu di hari Valentine memiliki makna tersendiri bagi timnya.

​”Aksi hari ini menjadi momentum bahwa kepedulian terhadap sesama tidak hanya diwujudkan dalam kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata. Ini adalah bentuk kasih sayang kami untuk memastikan warga Belu aman dan tangguh,” tambahnya.

​Dalam pelaksanaannya, BPBD tidak bekerja sendiri. Drg. Ansilla mengapresiasi kolaborasi apik bersama tim Damkar dari Satpol PP, Camat Kota Atambua, serta para Lurah setempat.
​Ia juga mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan potensi bahaya di lingkungan masing-masing. Menurutnya, mitigasi bencana adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya pemerintah semata.

​”Terima kasih kepada seluruh tim dan semua pihak yang berkolaborasi. Mari kita terus memperkuat semangat gotong royong demi Belu yang aman, tangguh, dan sejahtera,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *