PLT kadis PUPR Ferdinand Hale Kin, ST, memimpin langsung peninjauan lokasi kerusakan infrastruktur di dusun Leouras,Desa Bakustulama.
BELU, Mediatihar.com – Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan respons cepat terhadap kerusakan infrastruktur di Kecamatan Tasifeto Barat. Tim teknis langsung diterjunkan untuk meninjau lokasi ambruknya deker di Dusun Leouras, Desa Bakustulama, Sabtu (14/02/2026).
Ambruknya struktur deker tersebut dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi, yang menyebabkan luapan air mengikis fondasi jalan hingga jebol. Akibatnya, akses transportasi bagi kendaraan roda dua maupun roda empat lumpuh total.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belu, Ferdinand Hale Kin, ST, memimpin langsung peninjauan lokasi bersama Kabid Bina Marga dan tim teknis. Ia mengonfirmasi bahwa kerusakan cukup serius karena adanya longsoran tambahan di sekitar area deker.
”Tadi saya bersama Kabid sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Rencananya hari Senin mendatang kami akan mulai melakukan pengukuran panjang deker, karena dimensi kerusakan bertambah lebar akibat longsor,” ujar Ferdinand kepada media, Sabtu (14/02).
Terkait waktu pelaksanaan pembangunan ulang, pihak PUPR akan segera menentukan langkah teknis setelah hasil pengukuran dan evaluasi lapangan selesai dilakukan awal pekan depan.
Jalur yang terputus ini merupakan urat nadi transportasi strategis yang menghubungkan tiga desa di Kabupaten Belu, yakni: Desa Bakustulama,Desa Derokfaturene dan Desa Naekasa.
Terputusnya akses ini mengancam stabilitas ekonomi dan mobilitas warga yang setiap harinya bergantung pada jalur tersebut untuk menuju pusat kecamatan.
Di sisi lain, Kapolsek Tasifeto Barat, Ipda Makxi Disyon Ninu, telah menginstruksikan personelnya untuk bersiaga di lokasi. Pihak kepolisian juga bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi.
”Kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Tasifeto Barat dan melaporkan kejadian ini secara resmi ke BPBD agar segera ada langkah tanggap darurat,” tegas Ipda Makxi.
Pihak berwajib mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah perbatasan dan mencari jalur alternatif sementara demi keselamatan. Hingga saat ini, pemerintah setempat terus mengupayakan solusi tercepat agar aktivitas warga kembali normal.








