Tingkatkan pelayanan Pasien di RSUD Gabriel manek atambua Direktur RSUD Atambua Buka Pelatihan BTCLS untuk 60 Tenaga Keperawatan
ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M.G.R. Gabriel Manek,Atambua menggelar pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) bagi para tenaga kesehatan. Kegiatan yang berkolaborasi dengan lembaga pelatihan Primamed Nusa Persada ini diikuti oleh 60 perawat, baik ASN maupun non-ASN, dan dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (23/5/2026).

Direktur RSUD M.G.R. Gabriel Manek Atambua, dr. Vincentius Adrianus Leo, menyampaikan bahwa pelatihan BTCLS merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, khususnya dalam menghadapi situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta mampu memberikan penanganan yang profesional, responsif, dan sesuai standar, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar dr. Vincentius.
Sementara itu, Direktur Primamed Nusa Persada, Ari Dian Prayoga, S.Kep.Ns., menjelaskan bahwa pelatihan ini menggunakan kurikulum standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang terintegrasi dengan era digitalisasi, Learning Management System (LMS), dan platform SatuSehat.
Untuk menjaga efektivitas kelas, pelatihan berdurasi efektif 6 hari dengan bobot 50 Jam Pelajaran (JP) ini dibagi ke dalam dua gelombang. Masing-masing gelombang diikuti oleh 30 peserta secara heterogen melalui metode blended learning (gabungan daring dan luring).
”Saat ini eranya digitalisasi, sehingga diharapkan dapat mengakselerasi proses sosialisasi kurikulum dari pusat langsung ke daerah. Jadi, peserta tidak perlu jauh-jauh ke Kupang, melainkan tim instruktur kami yang langsung datang ke Atambua demi efisiensi,” kata Ari Dian, didampingi narasumber Pius Almindus Leki Berek, S.Kep.Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.MB.

Ari menambahkan, setelah sesi daring berjalan lancar dan interaktif, sesi tatap muka (luring) ini menjadi ajang pembuktian untuk mengeksekusi fondasi berpikir yang sudah didapatkan peserta secara virtual. Rangkaian evaluasi juga dilakukan ketat, meliputi:
1.Penyampaian materi (ceramah) dan diskusi interaktif.
2.Demonstrasi dan simulasi penanganan medis.
3.Ujian komprehensif melalui pre-test, post-test, serta ujian praktik secara langsung.
Sebagai tenaga kesehatan yang berada di garis depan, perawat wajib memiliki kompetensi dasar BTCLS untuk memberikan penanganan pertama yang cepat, tepat, dan terstandar pada kasus-kasus kritis.
Secara spesifik, pelatihan komprehensif ini bertujuan mengasah kemampuan profesionalitas perawat dalam menangani berbagai kondisi darurat medis, di antaranya:
Penanganan kasus trauma.
Penanganan kondisi henti jantung (cardiac arrest).
Penanganan gangguan pernapasan akut.
Kondisi kegawatdaruratan (emergency) lainnya.
Melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati dan ditandatangani, penyelenggara berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan, kesiapan pelayanan yang unggul, serta keselamatan pasien di Kabupaten Belu dan sekitarnya.














