Dilantik di Gedung Bete Lalenok, Ini Pesan Khusus Wabup Belu untuk PMKRI Atambua

Ket: Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonzalves S.T Hadiri Pelantikan DPC PMKRI Atambua, di Gedung Wanita Bete Lalenok (foto:MT).

ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM– Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua St. Yohanes Paulus II Periode 2026–2027 di Gedung Wanita Bete Lalenok, Kamis (20/8/2026).

​Acara yang mengusung tema “Bergerak Bersama Berdampak Nyata Bagi Gereja dan Tanah Air” tersebut menegaskan komitmen PMKRI Atambua untuk menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah.

​Dalam sambutannya, Vicente menekankan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada pengurus baru bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab moral. Sebagai generasi muda di wilayah perbatasan, mahasiswa dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan NKRI.

​”Jangan menjadi generasi muda yang hanya pandai mengkritik, tetapi jadilah generasi yang mampu menawarkan solusi. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi jadilah pelaku pembangunan,” tegas Vicente.

​Ia mengajak PMKRI untuk aktif merespons persoalan sosial masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kemiskinan, lingkungan hidup, hingga pemberdayaan ekonomi.

​”Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk bersama-sama membangun Belu yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.

​Sementara itu, Ketua Presidium terpilih PMKRI Cabang Atambua Periode 2026–2027, Simplysius Imanuel Mau, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah organisasi. Ia menegaskan PMKRI akan tetap memposisikan diri sebagai mitra objektif bagi Pemerintah Kabupaten Belu.

​”Kritik bukan bentuk permusuhan, melainkan kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap daerah. Kebijakan yang baik akan kami dukung, namun kebijakan yang kurang tepat akan kami kritisi secara santun, objektif, dan bertanggung jawab,” kata Simplysius.

​Simplysius menambahkan, arah gerakan PMKRI ke depan akan berfokus pada tiga pilar aksi berdasarkan nilai Pro Ecclesia et Patria (Demi Gereja dan Tanah Air).

​Pelantikan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kapolres Belu, perwakilan Dandim 1605/Belu, tokoh agama, Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI Belu, Pemuda Katolik Komcab Belu, perwakilan STKIP Nusa Timor, DPC PMKRI Cabang Kupang, serta jajaran alumni dan anggota PMKRI Atambua.