
ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu dari Partai Amanat Nasional (PAN), Maria Hilaria Yanuaria Bone, menggelar reses Masa Sidang II Tahun Anggaran 2026 di Ainaren, RT 28 dan RT 40/RW 05, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.(9/8/2026).
Kegiatan penyerapan aspirasi yang dipusatkan di kediaman Ketua RW 05, Herman Mau, tersebut dihadiri puluhan warga serta tokoh masyarakat setempat, antara lain Bapak Mias, Wilhelmus Mone, Ibu Lia D. Jesus, Ibu Petro Suni, dan janda almarhum Edy Besin. Dalam tatap muka tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan krusial yang membutuhkan perhatian mendesak dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu maupun instansi terkait.
Ketua RW 05, Herman Mau, menyuarakan desakan warga agar Pemkab Belu segera memasang fasilitas lampu penerangan jalan umum (PJU) mulai dari wilayah Ainaren hingga Baukoek sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Ruas jalan yang melintasi RT 17, RT 18, RT 28, dan RT 40 tersebut dinilai sangat rawan karena kerap menjadi lokasi tindak kriminal seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan pencurian, hingga rawan kecelakaan lalu lintas.
Selain penerangan jalan, masyarakat juga mengusulkan peningkatan kualitas jalan sepanjang 1 kilometer yang menghubungkan wilayah RT 28 hingga RT 40 guna menunjang mobilitas dan perekonomian warga.
Di bidang perumahan, warga memohon bantuan Pemkab Belu untuk pengadaan Rumah Layak Huni (RLH) bagi 7 kepala keluarga (KK) kurang mampu yang tersebar di RT 16, RT 28, dan RT 40.
Pada kesempatan yang sama, warga mempertanyakan kejelasan bantuan rumah bagi korban bencana badai Seroja tahun 2021 yang hingga kini belum terealisasi. Padahal, menurut warga, pendataan komprehensif telah dilakukan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Belu.
Mewakili keluarga, Ibu janda almarhum Edy Besin menyampaikan keluhan terkait keselamatan jaringan listrik di kediamannya. Kabel sambungan rumah (SR) milik PLN yang terpasang di atas atap rumahnya dinilai terlalu padat dan sebagian telah meliuk hingga menyentuh tanah. Warga meminta pihak PLN mendesak memindahkan jaringan kabel tersebut ke gardu baru guna mengantisipasi risiko bahaya korsleting dan kebakaran.
Warga juga mengusulkan 11 nama kepala keluarga di RT 28 dan RT 40 agar dapat diakomodasi dalam program bantuan pemasangan listrik gratis dari PLN. Adapun nama-nama yang diusulkan antara lain Americo Maya, Mikael Bau, Agusta Lopes, Karlito Alves, Daniel Lopes, Ermelinda Boe, Jony Liunokas, Markus Mali, Fransiskus Vence, Vinsensius Riberu, serta Marcos Jose Benito.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Maria Hilaria Yanuaria Bone berkomitmen untuk mengawal dan memperjuangkan seluruh aspirasi konstituennya dalam pembahasan di tingkat lembaga DPRD bersama pemerintah daerah dan pihak PLN agar dapat direalisasikan pada program anggaran mendatang.