Bukti Nyata Pembinaan Mandiri: Lapas Atambua Panen Raya Semangka di Lahan Luar Tembok

ATAMBUA,mediatihar.com – Sektor pembinaan pertanian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali menunjukkan hasil membanggakan. Berkat ketekunan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lapas Atambua sukses menggelar panen raya buah semangka pada Kamis (27/11/25),

di lahan luar tembok Lapas seluas 3.500 M2. Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang telah menjadi agenda rutin Lapas.

​Program budidaya semangka ini terus dikembangkan dengan WBP dibimbing langsung oleh Petugas dalam setiap tahapannya, mulai dari penyiapan lahan, penanaman bibit, pemupukan, pengendalian hama, hingga proses panen. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal utama bagi WBP untuk membuka peluang usaha di bidang pertanian setelah kembali ke masyarakat.

​Pembinaan untuk Kemandirian Ekonomi

​Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menegaskan pentingnya kegiatan pertanian ini. Ia menyatakan tujuan Lapas bukan hanya menjalani masa pidana, tetapi juga membekali keterampilan yang berguna untuk masa depan.

​“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat berguna bagi masa depan. Pertanian merupakan salah satu sektor potensial yang dapat menopang perekonomian masyarakat. Melalui panen semangka ini, kami berharap para WBP semakin percaya diri untuk kembali dan berkarya di tengah masyarakat,” ujar Kalapas.

Dukung PNBP dan Kurangi Stigma Negatif

​Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir, menjelaskan bahwa hasil panen semangka yang berkualitas ini langsung dipasarkan di showroom Lapas Atambua.

​“Penjualan ini turut berkontribusi dalam peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan mendukung keberlanjutan program pembinaan. Selain itu, masyarakat yang datang ke showroom dapat melihat langsung bahwa WBP memiliki kemampuan kerja, kreativitas, serta etos belajar yang baik. Interaksi positif ini diharapkan mampu mengurangi stigma negatif WBP di mata masyarakat,” jelas Andra.

Salah seorang WBP, Dedy, menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya. “Saya merasa mendapatkan ilmu baru yang bermanfaat untuk masa depan saya. Dari kegiatan ini, saya belajar disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Semoga setelah bebas, saya dapat membuka usaha pertanian sendiri,” ucapnya penuh harap.

​Keberhasilan panen raya ini menegaskan komitmen Lapas Kelas IIB Atambua untuk memperluas sektor pembinaan yang produktif, berfokus pada keterampilan nyata, dan berorientasi pada reintegrasi sosial WBP. Masyarakat diharapkan terus mendukung program ini melalui apresiasi serta pembelian produk hasil karya warga binaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *