NAITIMU, mediatihar.com – Akses jalan utama menuju Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Halilulik (HTM), Rumah Sakit Marianum, dan jalur penghubung ke Desa Duabesi kini telah normal dan dapat dilalui kembali.
Jalur ini sempat lumpuh selama satu minggu penuh setelah ditutup oleh tumbangnya pohon beringin besar akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir.
Pembersihan pohon beringin yang menutup total akses jalan tersebut berhasil dilakukan pada Jumat (28/11/2025) melalui kegiatan kerja bakti gabungan. Aksi cepat tanggap ini melibatkan Pemerintah Desa Naitimu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, serta partisipasi aktif dari masyarakat Halilulik dan para Suster.
Penjabat Kepala Desa Naitimu, Yulius Min, S.IP, membenarkan bahwa jalur vital di depan SMA HTM tersebut memang sulit dilalui selama seminggu terakhir, sangat menghambat aktivitas warga dan lalu lintas kendaraan.
”Memang benar, seminggu terakhir aktivitas di jalur depan SMA HTM susah dilalui. Curah hujan yang tinggi menjadi penyebab utama tumbangnya pohon beringin yang sangat besar ini,” jelas Yulius Min.
Ia menambahkan, keberhasilan pembersihan dan pengangkatan pohon merupakan hasil kolaborasi cepat tanggap yang patut diapresiasi.
”Kami sudah berhasil melakukan pembersihan dan pengangkatan pohon beringin tersebut berkat bantuan BPBD Kabupaten Belu, bersama masyarakat Halilulik, dan para suster yang turut membantu,” tambahnya.
Saat ini, aktivitas lalu lintas di jalur tersebut sudah mulai lancar dilalui kendaraan.
Ritual Adat Mengawali Pemindahan
Sebelum proses pemindahan pohon dimulai, Pemerintah Desa bersama tokoh masyarakat sempat melakukan ritual adat.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan permohonan izin sebelum melakukan penanganan terhadap pohon beringin yang dianggap memiliki nilai sakral dalam tradisi lokal.
”Sebelumnya kami melakukan ritual adat terlebih dahulu sebelum melakukan pemindahan pohon tersebut,” tutup Yulius Min, menandai pulihnya kembali akses jalan dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
