Info Penting! Pemerintah Akan Alokasikan Rp9,95 Triliun untuk Mengembangkan Perkebunan dan Hortikultura Seluruh Indonesia

Jakarta, Mediatihar.com – Dalam keterangan pers yang disampaikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta pada Kamis (20/11/2025), pemerintah mengumumkan penyaluran anggaran sebesar Rp9,95 triliun yang akan digunakan untuk memperkuat pengembangan sektor perkebunan dan hortikultura di seluruh wilayah Indonesia. Dana ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat perekonomian pedesaan.

Anggaran sebesar Rp9,95 triliun tersebut akan difokuskan pada beberapa program inti, salah satunya adalah pemberian benih dan bibit berkualitas secara gratis kepada petani. Beberapa komoditas yang menjadi prioritas adalah kakao, kopi, kelapa dalam, mente, pala, dan berbagai tanaman hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan. Total lahan yang akan dibudidayakan melalui program ini mencapai 800 ribu hektare di berbagai provinsi.

Selain pemberian benih dan bibit, pemerintah juga menargetkan untuk menciptakan 1,6 juta lapangan kerja baru dalam waktu paling lambat dua tahun. Menteri Pertanian menjelaskan bahwa penciptaan lapangan kerja akan terjadi melalui pengembangan usahatani skala kecil, hilirisasi produk pertanian, dan peningkatan keberdayaan kelompok tani di tingkat lokal. “Kita ingin agar manfaat dari program ini benar-benar sampai ke petani kecil di pelosok desa,” ungkap Amran.

Pemerintah juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas sebagai kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk perkebunan dan hortikultura. Amran menyebutkan bahwa komoditas seperti kelapa dalam dapat diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) yang memiliki nilai jual 100 kali lipat dari bahan baku, sementara gambir—yang 80 persen kebutuhannya di dunia dipenuhi Indonesia—dapat diolah menjadi bahan tinta pemilu dan kebutuhan rumah tangga.

Untuk komoditas sawit, program ini juga akan mengakselerasi pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi berbagai produk turunan seperti biofuel, minyak goreng, margarin, dan mentega. Hal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga mengurangi impor produk yang dapat dihasilkan secara lokal.

Program pengembangan perkebunan dan hortikultura ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan meningkatkan produksi komoditas pertanian dalam negeri, pemerintah berharap bisa mengurangi ketergantungan pada impor dan memastikan ketersediaan pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Menurut data yang disampaikan dalam keterangan pers, produksi kelapa nasional tahun ini telah naik menjadi 33 juta ton dari 29 juta ton tahun lalu. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar di sektor perkebunan, yang diharapkan dapat dipercepat dengan dukungan anggaran terbaru ini. “Kita akan terus memperluas pengembangan komoditas potensial lainnya seperti lada, cengkeh, dan tanaman obat,” tambah Amran.

Sebelumnya, pada bulan Oktober 2025, Menteri Pertanian juga telah menyampaikan bahwa program hilirisasi pertanian akan menjadi prioritas utama untuk mempercepat pemerataan ekonomi nasional. Dia menegaskan bahwa nilai tambah dari hasil bumi harus dinikmati oleh rakyat Indonesia sendiri, bukan hanya oleh pihak luar negeri.

Anggaran Rp9,95 triliun ini menjadi bagian dari total pagu anggaran Kementerian Pertanian tahun 2025 yang mencapai Rp29,37 triliun. Sebagian besar anggaran kementerian juga dialokasikan untuk program akses dan konsumsi pangan berkualitas, serta peningkatan kapasitas petani dalam mengelola usahatani secara mandiri.

Keterangan pers ini disampaikan Amran setelah mengikuti rapat strategis terkait pengembangan sektor pertanian di Sekretariat Presiden. Pemerintah berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi kesejahteraan petani dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *