Wagub NTT Drs. Johni Asadoma, M.Hum., melakukan kunjungan kerja ke Sentra Pelayanan Gizi dan Pangan (SPPG) Belu di Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat.
ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol. (Purn.) Drs. Johni Asadoma, M.Hum., melakukan kunjungan kerja ke Sentra Pelayanan Gizi dan Pangan (SPPG) Belu di Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Rabu (20/5/2026).
Didampingi Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, kunjungan ini bertujuan memantau pelaksanaan program strategis seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
Saat ini, SPPG Atambua Barat melayani 3.418 sasaran yang mencakup anak usia sekolah, balita, hingga ibu hamil di wilayah sekitar.
Setelah meninjau ruang pengolahan makanan, peralatan dapur, hingga kondisi bangunan, Wagub Johni memberikan apresiasi tinggi terhadap manajemen fasilitas tersebut. Menurutnya, kondisi SPPG sangat terawat, bersih, dan beroperasi lancar sejak diresmikan setahun lalu.
”Hari ini saya melihat langsung, SPPG Atambua Barat ini kondisinya sangat bagus, bersih, peralatannya lengkap, dan bangunannya baru. Selama berjalan lebih dari satu tahun tidak ada masalah berarti,” ujar Johni.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas pelayanan agar kebutuhan gizi masyarakat sasar dapat terpenuhi secara konsisten. Ia juga meminta petugas tetap disiplin menerapkan standar operasional baku.
”Saya berharap semua pihak yang menjadi sasaran program benar-benar mendapatkan asupan gizi berkualitas. Mulai dari kebersihan petugas, peralatan, hingga kualitas bahan makanan harus tetap sesuai standar agar pelayanan aman,” tegasnya.

Selain fokus pada pemenuhan gizi, Wagub Johni mengajak masyarakat memanfaatkan keberadaan SPPG untuk menggerakkan roda ekonomi daerah melalui penyerapan hasil bumi lokal.
Pemberdayaan Petani & Peternak: Hasil pertanian dan peternakan warga, seperti sayur, buah, dan daging, dapat diserap langsung sebagai bahan baku SPPG.
Lapangan Kerja Baru: Hingga saat ini, SPPG Atambua Barat telah menyerap sedikitnya 51 tenaga kerja lokal.
”Keberadaan SPPG membawa multiplier effect yang positif. Lapangan kerja terbuka, hasil bumi warga punya pasar yang pasti, dan di sisi lain kita bisa menekan angka stunting demi melahirkan generasi yang sehat dan cerdas,” tambah Johni.
Di sela-sela kunjungan, salah satu mitra pengelola SPPG, Diana Luan, menyampaikan kendala operasional yang kerap dihadapi di lapangan. Pengelola mengaku kesulitan mendapatkan pasokan tabung gas ukuran 50 kilogram secara konsisten untuk kebutuhan memasak skala besar.
Merespons keluhan tersebut, Wagub Johni berjanji akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait dan pihak penyalur untuk mencari solusi jangka pendek maupun panjang.
”Kami akan segera koordinasikan agar kendala pasokan gas ini tidak menghambat jalannya pelayanan gizi bagi masyarakat di Atambua Barat,” pungkasnya.









