
Para mahasiswa ini diketahui akan menempuh pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat.
Acara pelepasan yang penuh haru dan semangat ini dilangsungkan di Gedung Wanita Betelalenok, Atambua, dihadiri oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, para orang tua mahasiswa, serta sejumlah tokoh penting daerah.
Dalam laporannya, panitia penyelenggara mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap program KIP-K ini sangat tinggi. Tercatat sebanyak 219 orang mendaftar, namun setelah melalui proses seleksi ketat, hanya 148 orang yang dinyatakan lolos. Sejumlah 11 orang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan administrasi, sementara 60 orang lainnya mengundurkan diri dengan alasan yang beragam.
Para mahasiswa yang berhasil lolos seleksi ini berasal dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Belu, dengan pilihan studi yang bervariasi di 9 fakultas berbeda di Unitomo.
Fakultas-fakultas tersebut meliputi Hukum, Teknik, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ekonomi dan Bisnis, Ilmu Sosial dan Politik, Ilmu Komunikasi, Kesehatan, dan Pertanian.
Bupati Belu, Willybrodus Lay, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam atas kesempatan yang diberikan Tuhan untuk dapat berkontribusi dalam memajukan pendidikan generasi muda Belu.
“Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena atas anugerah-Nya, saya bisa berbuat kebaikan untuk kalian semua,” ujarnya dengan nada penuh semangat.
Ia juga meyakinkan para mahasiswa bahwa keberhasilan pasti akan diraih jika mereka bersungguh-sungguh dalam belajar.
“Saya yakin, 148 orang yang berangkat hari ini suatu saat nanti akan berhasil, dan jika sudah berhasil, jangan lupa untuk berbuat baik bagi orang lain,” pesan Bupati Willy Lay dengan tulus.
Bupati Willy Lay juga memberikan wejangan penting kepada para mahasiswa agar senantiasa rajin belajar dan disiplin dalam menuntut ilmu.
Ia menekankan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memang penting untuk pengembangan diri, namun fokus utama harus tetap pada akademik. Ia berharap para penerima KIP-K dapat memanfaatkan kesempatan emas ini sebaik mungkin dan menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil yang memuaskan.
“Saya harap kalian semua belajar sungguh-sungguh. Setiap hari sisihkan waktu minimal tiga jam untuk belajar. Jangan sampai menjadi ‘mahasiswa abadi’. Kalau bisa, tiga sampai tiga setengah tahun sudah selesai, dan IP di atas tiga,” tegasnya
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Willy Lay juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Fraksi Partai Demokrat DPRD Belu, khususnya kepada Ibu Anita Gah, yang telah berjuang keras dalam memperjuangkan pembiayaan program KIP-K ini melalui Kementerian Pendidikan.
Upaya mereka telah membuahkan hasil yang sangat berarti bagi masyarakat Belu.
Selain itu, Bupati Willy Lay juga mengajak para mahasiswa untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi persaingan di dunia kerja setelah lulus nanti.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga tenaga kerja, termasuk Binawan, untuk menyediakan pelatihan bahasa dan penempatan kerja di Jepang.
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membuka peluang kerja yang lebih luas bagi para lulusan.
“Kalian harus punya cita-cita besar. Tidak semua bisa jadi PNS, karena formasi terbatas,” ujarnya.
Bupati Willy Lay juga mendorong para mahasiswa untuk belajar bahasa asing sejak dini, seperti bahasa Jepang, Inggris, Jerman, atau Korea, agar memiliki daya saing yang tinggi di pasar kerja global. “Belajar bahasa asing sejak sekarang, Jepang, Inggris, Jerman, atau Korea, agar peluang kerja terbuka lebar, baik di dalam maupun luar negeri,” imbuhnya.
Menutup sambutannya, Bupati Willy Lay berpesan kepada para mahasiswa untuk selalu saling mendukung dan menjaga persaudaraan selama berada di perantauan. Ia mengingatkan bahwa di tanah rantau, sahabat adalah keluarga.
“Ingat, Belu artinya sahabat. Di rantau, sahabatlah yang menjadi saudara. Jadi kalian harus saling bantu dan saling jaga,” pesannya.
Ia juga berjanji akan mengunjungi para mahasiswa di Unitomo dua tahun mendatang. “Dua tahun lagi saya akan datang melihat kalian di Unitomo, dan saya harap jumlahnya tetap 148 orang seperti hari ini,” tuturnya yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Tidak lupa, Bupati Belu juga menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua mahasiswa agar senantiasa mendoakan anak-anak mereka dari rumah. Ia meyakinkan bahwa doa orang tua adalah kekuatan terbesar bagi anak-anak dalam menempuh pendidikan.
“Biarlah anak-anak berjuang menuntut ilmu di rantau, dan orang tua terus mendoakan dari sini. Kalau rindu, bisa video call. Yang penting nanti mereka pulang membawa gelar sarjana,” pungkasnya dengan nada haru.
Acara pelepasan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara Bupati Belu, para mahasiswa penerima KIP-K, dan keluarga mereka.
Suasana haru dan bahagia bercampur menjadi satu, mengiringi langkah para mahasiswa Belu menuju gerbang pendidikan tinggi di Unitomo Surabaya.