
ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Hasil pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) diharapkan tidak sebatas menjadi laporan akademik, melainkan acuan nyata dalam perencanaan pembangunan desa di Kabupaten Belu.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, saat menghadiri acara penarikan mahasiswa KKN Kolaborasi di Atambua. Mahasiswa dari dua perguruan tinggi tersebut telah menyelesaikan masa pengabdian selama 50 hari di tiga desa, yakni Desa Sadi, Desa Tulakadi, dan Desa Dualaus.
”Kalau sejak awal setiap desa memiliki profil dan master plan seperti yang dibuat adik-adik mahasiswa ini, pembangunan desa akan jauh lebih terarah. Saya minta dokumen ini dimanfaatkan sebagai pedoman, bukan sekadar disimpan,” ujar Vicente.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Belu, Vicente mengapresiasi UGM dan Undana yang telah memilih wilayah perbatasan Belu sebagai lokasi KKN. Menurutnya, kehadiran mahasiswa membawa ide segar, inovasi, serta solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat setempat.
Salah satu luaran KKN yang disorot adalah penyusunan profil desa dan master plan pembangunan berbasis potensi lokal. Dokumentasi tersebut dinilai strategis sebagai penentu arah pembangunan jangka panjang.
Vicente meminta seluruh pimpinan Perangkat Daerah terkait dan pemerintah desa untuk segera menindaklanjuti berbagai rekomendasi mahasiswa. Beberapa di antaranya meliputi:
Inovasi pengelolaan air bersih
Optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal
Penerapan teknologi tepat guna yang ramah biaya
Ia juga mendorong jajaran pemerintah daerah untuk selalu terbuka terhadap inovasi dan tidak ragu mengadopsi gagasan solutif dari kalangan akademisi.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa dan dosen pembimbing atas dedikasi mereka di wilayah perbatasan. Ia berharap pengalaman ini dapat mengasah jiwa kepemimpinan serta semangat mengabdi para peserta.
”Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan melahirkan inovasi baru untuk mempercepat pembangunan daerah,” pungkasnya.
Rangkaian acara penarikan KKN ditandai dengan pelepasan tanda peserta secara simbolis oleh Wakil Bupati Belu, penyerahan Laporan Akhir KKN Kolaborasi tiga desa, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Belu dan UGM Yogyakarta.


