BPBD dan PDAM Belu Perkuat Kolaborasi Hadapi krisis Air Bersih Saat Musim Kemarau

BERITA, DAERAH35 Views
Ket: BPBD Belu dan PDAM Berkolaborasi mengantisipasi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada musim kemarau tahun ini (foto:MT).

ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu memperkuat kolaborasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Belu. Langkah antisipasi ini diambil untuk menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada musim kemarau tahun ini.

​Kepala BPBD Belu, drg. Ansilla Eka Mutty, menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi terus diperketat agar penanganan krisis air bersih di sejumlah wilayah dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

​”Begitu ada informasi mengenai kekeringan, kami langsung berkoordinasi dengan PDAM. Kami harus terus memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan (stakeholder),” ujar Ansilla saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

​Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Kabupaten Belu, Antonius Kurniawan Kadarisman Jumadi Manek, S.E., M.M., menjelaskan bahwa mitigasi dilakukan untuk menyiasati penurunan drastis debit air pasokan. Akibat penurunan debit tersebut, pihaknya terpaksa mengubah jadwal penyuplai air ke rumah warga.

​”Jadwal pengaliran air yang pada musim hujan biasanya dua kali seminggu, kini disesuaikan menjadi satu kali seminggu. Namun, kami mengompensasi pemotongan frekuensi tersebut dengan menambah durasi pelayanan setiap kali air dialirkan,” jelas Jumadi Saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (3/8/2026).

​Selain rekayasa jaringan distribusi, PDAM Belu menyiagakan armada mobil tangki untuk menyuplai air bersih langsung ke rumah warga yang terdampak krisis paling parah. BPBD Belu juga menyiagakan dukungan 2 armada tangki air sebagai bentuk bantuan darurat.

​Sebagai langkah antisipasi dini, PDAM dan BPBD Belu telah memetakan lima kelurahan yang masuk dalam zona merah atau wilayah rawan krisis air bersih selama musim kemarau, yaitu:

Kelurahan Fatubenao: Khususnya di wilayah Haliulun.

Kelurahan Manuaman: Di sekitar kawasan Haliren.

Kelurahan Rinbesi: Di sekitar kawasan Pemakaman Islam.

Kelurahan Umanen: Di sekitar wilayah Wekatimun dan Onaboi.

Kelurahan Manumutin: Di wilayah Kuneru dan sekitarnya.

​Guna merespons keluhan pelanggan secara cepat, PDAM memastikan layanan pusat panggilan (call center) tetap beroperasi selama 24 jam. Adapun pembentukan Posko Siaga Kemarau secara fisik akan dilakukan secara situasional apabila kondisi kekeringan di lapangan kian memburuk.

​BPBD Kabupaten Belu juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus menjalin komunikasi aktif. Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat atau melaporkan kejadian bencana (seperti kebakaran), dapat menghubungi call center BPBD Belu di nomor 0822-6610-6808 yang bersiaga 24 jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *