Warga Dualasi Raiulun Merana, DPRD Belu Senyum Sumringah Tunjangan Naik,Masyarakat minta DPR Turun Reses lihat kondisi

BERITA, DAERAH, POLITIK427 Views

foto:ilustrasi

BELU, Mediatihar.com – Seolah ada dua dunia yang terpisah di Kabupaten Belu: di satu sisi, para anggota DPRD tersenyum lebar karena kenaikan dana reses yang mencolok. Di sisi lain, warga Desa Dulasi Raiulun merana dalam kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar—listrik yang tidak menyala, jalan yang berlubang, dan harapan yang semakin memudar.

Kisah ironi ini mulai terkuak ketika data anggaran reses III DPRD Belu tahun 2025 muncul ke permukaan. Kegiatan reses yang berlangsung pada 17-22 Oktober lalu untuk 30 anggota dewan menghabiskan total anggaran hingga Rp2,4 miliar—angka yang membuat banyak orang terkejut.

Kenaikan dana reses ini bukan sekadar sedikit. Jika sebelumnya masing-masing anggota hanya menerima Rp53 juta per reses, kini jumlahnya melonjak menjadi Rp80 juta per orang. Lonjakan yang drastis ini membuat masyarakat bertanya-tanya: apa manfaatnya bagi rakyat?

Mundus Tita, salah seorang anggota DPRD Belu, tidak menyembunyikan adanya kenaikan tersebut. Menurutnya, selama ini anggaran reses Belu jauh lebih kecil dibandingkan dengan daerah lain di NTT. “Dulu kita cuma dapat 24 juta, lalu naik jadi 48 juta tambah tunjangan 5 juta jadi 53 juta. Reses Dewan di NTT, Belu yang paling kecil,” ungkapnya pada Rabu 12 November 2025.

Lebih mengejutkan, Mundus bahkan mengaku bahwa dari Rp80 juta yang diterimanya, hanya Rp10 juta yang benar-benar masuk ke saku pribadinya. “Yang sebenarnya untung cuma 10 juta, sisanya digunakan untuk biaya pertemuan dengan masyarakat dan bantuan sembako,” jelasnya.

Namun, pengakuan ini justru memicu keraguan di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah seorang pemuda Desa Dualasi Raiulun yang berinisial VA, yang mempertanyakan efektivitas penggunaan dana tersebut. “Apakah benar semua uang itu dipakai untuk kepentingan rakyat? Atau cuma alasan untuk bagi-bagi keuntungan?” tanyanya dengan nada curiga.

VA juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, masyarakat berhak tahu rincian penggunaan dana reses yang berasal dari pajak rakyat. “Kami ingin bukti nyata, bukan cuma omongan kosong. kami berharap anggota DPR Bisa reses disini untuk melihat kondisi kami Jangan sampai dana rakyat cuma membuat dewan senyum saja,” tegasnya.

Sementara itu, cerita warga Desa Dualasi Raiulun semakin memperjelas jurang antara keberadaan DPRD dan rakyat.penjabat Kades Elias Y. T. Mali, SH, yang mengelola desa tersebut, mengakui kondisi warga yang memprihatinkan. “Benar memang listrik belum menyala, kalau jalan memang masih rabat dan sudah berlubang,” katanya.

” ya Memang Benar dibeberapa lokasi belum adanya penerangan,kita sudah beberapa kali berupaya membuat proposal untuk PLN, di dusun fatara satu sudah ada tiang listrik yang terpasang namun Belum ada kabel” jelasnya via WhatsApp

Ketika ditanya apakah masalah ini pernah disampaikan ke DPRD melalui delegasi masyarakat, Kades Elias menjawab dengan tegas: “Tidak pernah DPR reses kesana.” Hal ini membuat warga merasa terabaikan, seolah mereka tidak termasuk bagian dari masyarakat yang perlu diperhatikan.

” selama saya menjabat Belum ada DPR yang reses ke tempat ini,tidak ada laporan ke saya kalau ada DPR yang reses disini’ ungkapnya

Warga Desa Dualasi Raiulun mengaku kesulitan beraktivitas sehari-hari. Anak-anak sulit belajar malam hari karena gelap, petani kesulitan mengangkut panen karena jalan rusak, dan banyak keluarga terpaksa berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih.

Kenaikan dana reses yang membuat DPRD senyum sumringah kini menjadi sorotan publik yang tajam. Masyarakat mulai membandingkan antara keuntungan yang didapatkan dewan dengan kesulitan yang dialami warga di pelosok desa.

Harapan masyarakat hanya satu: semoga kenaikan dana reses tidak hanya menjadi kesenangan bagi para anggota DPRD, tetapi juga benar-benar digunakan untuk menyelesaikan masalah warga, terutama di Desa Dualasi Raiulun yang sudah terlalu lama merana tanpa perhatian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *