Wakil Bupati Belu Pimpin Sertijab Direktur Perumda Air Minum: Targetkan Semua KK Terkoneksi Air Bersih

Wakil Bupati Belu, vicente Hornai gonsalves S.T pimpin Sertijab Direktur Perumda Belu.

ATAMBUA,Mediatihar.Com– Wakil Bupati Belu, vicente Hornai gonsalves S.T., memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Belu, Rabu (28/1/2026).

Dalam momentum tersebut, pemerintah daerah mematok target ambisius agar seluruh warga Kota Atambua mendapatkan akses air bersih dalam lima tahun ke depan.

​Jabatan Direktur diserahterimakan dari Pelaksana Tugas (Plt.) Mikhael Bria, S.Sos., kepada Antonius K.K. Jumadi Manek, SE., MM., yang akan menjabat sebagai Direktur definitif periode 2026–2031. Prosesi ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Bupati Belu Nomor 18/HK/2026.

​Dalam arahannya, Wakil Bupati Vicente Hornai  memberikan apresiasi tinggi kepada Mikhael Bria. Meski hanya menjabat selama empat bulan sebagai Plt, Mikhael dinilai sukses melakukan percepatan pelayanan.

​”Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terima kasih. Dalam waktu singkat, manajemen mampu melakukan penyambungan baru bagi sekitar 900 rumah tangga hanya dalam tempo tiga bulan. Ini capaian yang nyata,” ujar vicente di Kantor Perumda Air Minum Kabupaten Belu.

​Kepada Direktur baru, Antonius Jumadi Manek, Wakil Bupati menitipkan tanggung jawab besar untuk meningkatkan ritme kerja perusahaan. Ia menegaskan bahwa akses air bersih adalah prioritas utama pemerintah pusat dan daerah.

​”Saya minta Direktur segera berkoordinasi untuk menambah debit air. Target kita dalam lima tahun masa jabatan ini, seluruh Kepala Keluarga (KK) di wilayah Kota Atambua harus terkoneksi air bersih secara menyeluruh,” tegasnya.

​vicente juga mengingatkan pentingnya soliditas internal. Ia menekankan bahwa keberhasilan pelayanan publik hanya bisa dicapai melalui kerja sama tim (teamwork), bukan kerja individu.

​Merespons mandat tersebut, Direktur Perumda Air Minum yang baru, Antonius Jumadi Manek, menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembenahan teknis secara radikal. Salah satu fokus utamanya adalah memberantas praktik ilegal yang merugikan perusahaan dan masyarakat.

​”Fokus awal kami adalah menertibkan sambungan perpipaan liar. Selain itu, pendataan ulang seluruh jaringan pipa akan dilakukan agar pengawasan dan kontrol distribusi air lebih terukur,” jelas Antonius.

​Ia juga berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sumber mata air baru sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air di Belu.

Antonius yang terpilih melalui seleksi terbuka ini kini memikul harapan publik untuk merealisasikan pelayanan air bersih yang lebih prima dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *