Wakil Bupati Belu vicente Hornai gonsalves ST meminta para penyuluh pertanian lapangan untuk standby mendampingi petani di lapangan (foto: MT).
ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, meminta seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Belu untuk menyajikan data sektor pertanian yang valid dan akurat. Ia menegaskan agar penginputan data melalui aplikasi resmi tidak dilakukan secara asal-asalan demi kelancaran program pembangunan daerah.
Hal tersebut ditegaskan Wabup Vicente saat memimpin Rapat Koordinasi bersama PPL se-Kabupaten Belu di Gedung Wanita Bete Lalenok, Atambua, Rabu (08/07/2026). Rapat ini turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Plt Kepala Dinas PUPR, serta Staf Khusus Bupati Belu.

Menurut Vicente, data yang dihasilkan oleh para PPL merupakan fondasi utama bagi Pemerintah Kabupaten Belu untuk mengajukan usulan program dan alokasi anggaran ke pemerintah pusat.
”Kita mau usulkan program ke pusat, jadi butuh data yang benar. Kepala Dinas Pertanian dan seluruh PPL harus bertanggung jawab penuh terkait data ini. Jangan mengambil data dengan cara ‘raih-raih’ (asal-asalan), karena pasti tidak valid,” tegas Vicente.
Ia memberikan tenggat waktu satu minggu kepada para penyuluh untuk merapikan dan memvalidasi data dari tujuh kecamatan, mulai dari Raimanuk, Nanaet Duabesi, Tasifeto Barat, Tasifeto Timur, Kakuluk Mesak, hingga tiga kecamatan di wilayah perkotaan.
Lebih lanjut, Vicente menjelaskan bahwa intervensi anggaran pusat baik untuk pembangunan irigasi, pengolahan lahan, penyediaan pupuk, hingga peningkatan hasil panen sangat bergantung pada akurasi input data PPL pada aplikasi resmi Kementerian Pertanian.

Selain validasi data, para PPL juga diinstruksikan segera memetakan lahan potensial yang belum dikelola. Pemetaan tersebut harus dilakukan secara rinci dengan membedakan luas lahan kering dan lahan basah per hektare agar usulan program tepat sasaran.
Di samping urusan teknis data, Wabup Belu juga menyoroti aspek moral pelayanan publik. Ia mengingatkan para PPL untuk melayani seluruh masyarakat petani Belu tanpa diskriminasi.
”Kita jangan kerja main-main. Yang kita bantu ini keluarga kita. Negara membayar kita untuk melayani masyarakat. Jangan karena tidak ada hubungan kekerabatan, lalu tidak dilayani dengan sepenuh hati. Itu tanggung jawab moral kita,” ujarnya mengingatkan.
Vicente berharap para PPL aktif turun ke lapangan untuk mendampingi petani secara langsung. Kehadiran penyuluh diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pertanian secara merata, bukan hanya berpusat pada kelompok tertentu.
”Mari bersama-sama melayani masyarakat karena mereka membutuhkan kehadiran kita. Dengan kerja keras, kita berharap ekonomi bisa tumbuh sehingga kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera,” pungkasnya.














