Usai Raih Penghargaan BNPB, Kepala BPBD Belu drg Ansilla Langsung Genjot Simulasi Tenda Pengungsi

Kepala BPBD Kabupaten Belu, drg. Maria Ansilla, menggelar Simulasi Pemasangan Tenda Pengungsi sebagai langkah konkret penguatan mitigasi di daerah.

BELU,MEDIATIHAR.COM— Pasca-meraih penghargaan dalam Diklat Kesiapsiagaan Bencana tingkat nasional, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, drg. Maria Ansilla, langsung tancap gas menerapkan ilmu yang didapatnya. BPBD Belu menggelar Simulasi Pemasangan Tenda Pengungsi sebagai langkah konkret penguatan mitigasi di daerah.

​Kegiatan simulasi ini merupakan bentuk implementasi langsung dari Diklat Sumber Daya Manusia Tangguh (SDMT) yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) BNPB di Bogor pada 4–16 Mei 2026 lalu. Dalam kediklatan yang diikuti 68 Kepala Pelaksana BPBD se-Indonesia tersebut, drg. Maria Ansilla berhasil membawa pulang piagam penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M.

​Maria Ansilla menegaskan, penghargaan berskala nasional itu tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya dampak nyata bagi kesiapsiagaan masyarakat di Kabupaten Belu.

​”Ilmu dan keterampilan ini tidak berhenti di saya. Komitmen saya adalah memperkuat sistem penanggulangan bencana di daerah Belu agar saat bencana datang, negara hadir dengan cepat, tepat, dan terorganisir,” ujar Maria Ansilla, Selasa (19/5/2026).

​Aksi cepat lewat Simulasi Pemasangan Tenda Pengungsi ini sengaja diinisiasi untuk menguji sekaligus meningkatkan kapasitas respons darurat personel di lapangan. Menurut Maria, simulasi rutin ini berfokus pada tiga sasaran utama:

Uji Kelayakan Peralatan: Memastikan seluruh logistik dan sarana tenda darurat milik BPBD Belu dalam kondisi siap pakai tanpa kendala teknis saat bencana melanda.

Peningkatan Keterampilan Teknis: Mengasah kecepatan, ketepatan, dan efisiensi waktu para personel dalam mendirikan tenda pengungsian di bawah tekanan situasi darurat.

Penguatan Koordinasi Tim: Membangun komunikasi yang solid antarpersonel agar pembagian tugas saat tanggap darurat tertata dengan sistematis dan tidak tumpang tindih.

​Melalui implementasi kediklatan yang terukur ini, BPBD Belu berharap kapasitas daerah dalam meminimalisasi risiko bencana kian tangguh, sehingga keselamatan masyarakat saat terjadi situasi darurat dapat lebih terjamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *