ATAMBUA,Mediatihar.Com – Pemerintah Kabupaten Belu menempatkan kedaulatan air sebagai prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur tahun 2025.senin (29/12/25).
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Goncaves, ST, menegaskan bahwa pemerintah tengah mengombinasikan solusi jangka pendek melalui sumur bor dan solusi jangka panjang melalui proyek bendungan besar.
”Kami bergerak cepat di dua lini. Untuk kebutuhan mendesak di desa-desa, sumur bor sudah berfungsi. Sementara untuk ketahanan air masa depan, persiapan Bendungan Welikis terus kita dorong,” ujar Wabup Vicente.
Tahun 2025 menjadi titik balik efektivitas pencarian sumber air di Belu dengan pencapaian sebagai berikut:
Pembangunan Fisik: Pemkab Belu telah merampungkan 6 unit sumur bor baru yang tersebar di titik-titik rawan kekeringan dengan total anggaran Rp1,35 Miliar.
Kolaborasi Anggaran: Selain dana daerah, pemerintah berhasil mengintervensi kebutuhan air melalui dukungan APBN senilai Rp1 Miliar untuk memperluas jangkauan layanan.
Investasi Teknologi: Guna memastikan pengeboran tepat sasaran, Pemkab melakukan pengadaan 2 unit alat detektor air sumur dalam. Alat ini memungkinkan tim teknis mendeteksi keberadaan air sebelum pengeboran dilakukan, sehingga meminimalisir pemborosan anggaran akibat lubang kering (dry hole).
Sebagai solusi permanen untuk irigasi dan air baku di Kabupaten Belu, Pemkab terus mematangkan persiapan pembangunan Bendungan Welikis. Langkah-langkah yang diambil meliputi:
Integrasi Sumber Air: Bendungan Welikis diproyeksikan menjadi buffer (penyangga) utama yang akan menyuplai kebutuhan air bersih dalam skala besar, melengkapi jaringan sumur bor yang sudah ada di desa-desa.
Monitoring & Koordinasi: Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan tahapan pembangunan berjalan sesuai linimasa, mengingat bendungan ini akan menjadi tulang punggung revolusi pertanian di Belu.
Optimalisasi Lahan: Keberadaan Bendungan Welikis nantinya akan mendukung penuh pengelolaan lahan masyarakat seluas 666,5 Ha yang telah mulai dioptimalkan pada tahun ini.
Wabup Vicente menekankan bahwa integrasi antara sumur bor dan Bendungan Welikis akan mengubah wajah pertanian dan kesehatan di Belu. “Dengan air yang tersedia sepanjang tahun, petani tidak lagi bergantung pada musim hujan, dan masyarakat tidak perlu lagi membeli air tangki dengan harga mahal,” tutupnya.












