ATAMBUA,Mediatihar.Com– Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonçalves, ST, memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran perangkat daerah untuk menghentikan ego sektoral dalam menangani masalah kemiskinan. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2026 di Aula BP4D Belu, Senin (26/1/2026).
Wabup Vicente menekankan bahwa penghapusan kemiskinan di wilayah perbatasan RI-RDTL tidak akan berhasil jika dilakukan secara parsial.
”Penanggulangan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara sektoral. Kita butuh kolaborasi dan inisiatif dari seluruh pemangku kepentingan. Tidak ada satu pun dari kita yang boleh berjalan sendiri,” tegas Wabup Vicente di hadapan para peserta rapat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, angka kemiskinan di Kabupaten Belu menunjukkan tren positif dengan penurunan dari 13,86 persen menjadi 12,79 persen.
Meski menurun, tantangan besar masih membayangi. Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), tercatat sebanyak 37.191 jiwa (15,7 persen) penduduk Belu masih berada dalam kategori miskin ekstrem.
Kondisi ini ditandai dengan sulitnya akses terhadap pangan, layanan kesehatan, hingga infrastruktur dasar.
Dalam arahannya, Wabup Vicente secara gamblang membedah lima kendala utama yang menghambat percepatan pengentasan kemiskinan di Belu:
1.Sempitnya lapangan kerja produktif bagi masyarakat.
2.Akses layanan dasar (pendidikan & kesehatan) yang belum merata di pelosok.
3.Infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi yang masih terbatas.
4.Koordinasi antar-dinas yang belum optimal.
5.Akurasi data sasaran yang seringkali belum sepenuhnya valid.
Rakor ini diposisikan sebagai momentum penyatuan persepsi agar setiap program pembangunan saling mengunci dan melengkapi.
Wabup meyakini, dengan optimalisasi anggaran dan pelibatan masyarakat sebagai subjek pembangunan, visi masyarakat Belu yang berkualitas dan mandiri dapat segera terwujud.
”Kemiskinan bukanlah takdir, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan kerja keras dan kebersamaan,” pungkasnya.***














