Resmikan Naitimu Jadi Desa Sadar Kerukunan ke-13 di NTT, Wabup Belu Dorong Konsep “Ekoteologi”

​TASIFETO BARAT,Mediatihar.com– Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., secara resmi membuka Rapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Aula Kantor Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, pada Rabu (10/12/2025).

​Dalam agenda strategis ini, Desa Naitimu sekaligus dikukuhkan sebagai Desa Sadar Kerukunan (DSK). Penetapan ini menambah daftar DSK di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi 13 desa per Desember 2025.

​Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu, jajaran pimpinan OPD, Dewan Penasehat, Pengurus dan Anggota FKUB, Pj Kepala Desa Naitimu, Babinkamtibmas, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

​​Dalam sambutannya, Wabup Vicente menekankan peran vital desa dalam merawat wajah toleransi Indonesia. Ia menyebut program Desa Sadar Kerukunan yang dirintis Kementerian Agama sejak 2016 bukan sekadar label, melainkan model hidup berdampingan yang layak dipamerkan ke mata dunia.

​”Indonesia berdiri sebagai oase harmoni. Ini menjadikan desa sebagai titik paling otentik untuk membangun dan memelihara kerukunan tersebut,” ujar Wabup Vicente.

​Ia memaparkan data Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) yang terus menunjukkan tren positif, naik dari 73,09 pada tahun 2022 menjadi 76,47 pada tahun 2024. Namun, ia mengingatkan agar angka ini tidak membuat terlena.


​Vicente menyoroti tantangan riil di lapangan, di mana banyak status DSK masih sebatas administratif tanpa kegiatan substantif. Kendala lainnya meliputi keterbatasan regulasi PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006, serta minimnya insentif bagi aparatur desa.

​”Usulan kami, penting bagi Pemda menyediakan mekanisme insentif dan pelatihan, serta menjadikan Desa Sadar Kerukunan bagian integral dari RPJMD dan RPJMDes,” tegasnya.

​Untuk menjawab tantangan zaman, Wabup Belu menawarkan strategi modern. Ia mendorong FKUB memperkenalkan nilai-nilai kerukunan melalui narasi digital yang kuat dengan menggandeng content creator dan influencer lintas iman.


​Poin menarik lainnya yang disampaikan Wabup adalah gagasan “Ekoteologi”. Ia berharap FKUB tidak hanya fokus pada dialog, tetapi juga aksi nyata pelestarian alam sebagai bentuk ibadah sosial.

​”Penanaman kembali pohon di sumber mata air dan tempat strategis harus menjadi keharusan yang serius dan berkelanjutan. Kebetulan saat ini kita memasuki musim penghujan, ini momen tepat untuk gerakan penghijauan,” imbau Vicente.

​Menutup arahannya, Wabup Vicente berharap Desa Sadar Kerukunan dapat menjadi desain besar (grand design) untuk menghadirkan wajah Indonesia yang damai dan bermartabat, dimulai dari lorong-lorong desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *