Reses Terakhir di Lawalutolus, Goris Ulu serap aspirasi Dari Jembatan Darurat hingga Kesejahteraan Guru

Anggota DPRD kabupaten Belu Gregorius Ulu melaksanakan Reses terakhir di Desa lawalutolus kecamatan Tasifeto Barat.

ATAMBUA, Mediatihar.Com – Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi Partai Demokrat, Gregorius Ulu, menggelar agenda reses di Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, Senin (16/3/2026).

Meski diguyur hujan lebat hingga kegiatan harus bergeser ke dalam rumah warga, legislator yang akrab disapa Goris Ulu ini tetap intens menyerap aspirasi konstituennya.

​Persoalan infrastruktur menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Warga mengeluhkan ketiadaan jembatan yang memadai, sehingga mereka kesulitan memasarkan hasil kebun saat musim penghujan. Kondisi ini bahkan mengancam nyawa para siswa dan tenaga pendidik.

​”Saat musim hujan, para guru harus saling berpegangan tangan membentuk rantai manusia untuk melindungi siswa agar tidak hanyut terbawa luapan arus sungai saat menyeberang,” ungkap salah seorang warga kepada Goris Ulu.

​Menanggapi situasi darurat tersebut, warga mengusulkan pembangunan jembatan gantung sebagai solusi cepat. Kehadiran infrastruktur ini dinilai vital untuk menghubungkan Desa Lawalutolus dan Desa Dubesi menuju pusat kecamatan maupun kabupaten.

​Goris Ulu menegaskan akan segera melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menindaklanjuti keluhan ini.

​”Terkait pembangunan jembatan, saya akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR. Usulan jembatan gantung akan kami kawal sebagai prioritas agar aktivitas masyarakat dan anak sekolah tidak lumpuh total saat musim hujan,” tegas Goris.

​Selain infrastruktur, masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani mengusulkan sejumlah bantuan sektor agraria, di antaranya:
​Pengadaan Alat Mesin Pertanian (Alsintan).
​Bantuan bibit hortikultura (tomat dan cabai) serta obat-obatan pertanian.
​Pembangunan bronjong di Dusun Foho Dukun untuk antisipasi longsor.
​Rehabilitasi embung dan perluasan jaringan listrik dari Desa Naitimu.

​Di sisi lain, para tenaga pendidik di SDK Laninis menitipkan harapan besar terkait masa depan mereka. Mereka meminta agar DPRD memperjuangkan nasib guru swasta melalui konsultasi ke pemerintah pusat, agar diberikan kesempatan yang sama dalam seleksi CPNS maupun PPPK.

​”Jika kesejahteraan mereka tidak diperhatikan, bagaimana kita bisa mencetak generasi yang pintar? Ini akan menjadi prioritas perjuangan kami,kami akan memperjuangkan ini kami akan menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat agar kedepan bisa diakomodir ,” tutup Goris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *