Reses di Baukoek, Srikandi PAN Belu Yane Bone Siap Kawal Usulan Jalan, penerangan hingga Bronjong

BERITA, DAERAH, POLITIK112 Views
Ket: Maria Hilaria Yanuaria Bone, menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun Anggaran 2026 di Dusun Baukoek, Wilayah C, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Atambua Kota (foto:MT)

ATAMBUA, MEDIATIHAR.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Maria Hilaria Yanuaria Bone, menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun Anggaran 2026 di Dusun Baukoek, Wilayah C, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Atambua Kota, Jumat (7/8/2026).

​Dalam kegiatan penyerapan aspirasi tersebut, warga Dusun Baukoek khususnya dari lingkup RT 17 dan RT 18 mengeluhkan sejumlah permasalahan infrastruktur serta keamanan lingkungan yang membutuhkan perhatian mendesak dari Pemerintah Kabupaten Belu.

​Perwakilan pemuda Organisasi Mudika/Orang Muda Katolik (OMK), Marianus, menyoroti minimnya sarana Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah RT 17 dan RT 18, terutama pada jalur akses menuju kapela. Menurutnya, kondisi jalan yang gelap kerap memicu berbagai tindak kriminal hingga kecelakaan.

​”Penerangan di sepanjang jalan RT 17 dan RT 18 sangat minim. Kondisi ini sering memicu masalah keamanan seperti tindak pemerkosaan, pencurian, pembunuhan, hingga kecelakaan lalu lintas,” ungkap Marianus.

​Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Agustina Kun Halek, mendesak perbaikan akses jalan sepanjang 500 meter dari Baukoek menuju Kapela St. Isidorus dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Katolik Nitasren. Warga juga mengusulkan pembangunan satu unit jembatan utama di wilayah RT 18 / RW 06.

​”Kami memohon agar akses jalan menuju Kapela St. Isidorus sepanjang 500 meter ini segera diperbaiki, mengingat tahun depan akan dilaksanakan peresmian kapela tersebut,” tutur Agustina.

​Pada kesempatan yang sama, Ketua RT 18, Margareta Lawa, mengusulkan pembangunan bronjong penahan erosi sepanjang 500 meter di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Baukoek. Ia menilai penanganan ini sangat mendesak karena laju erosi sungai sudah semakin mendekati kawasan permukiman warga.

​Menanggapi berbagai masukan tersebut, Maria Hilaria Yanuaria Bone menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh usulan warga Baukoek agar dapat terakomodasi dalam program prioritas pembangunan daerah.

​”Semua usulan dan keluhan masyarakat Dusun Baukoek telah kami catat secara detail. Pembenahan infrastruktur jalan, pembangunan jembatan, hingga pengamanan DAS Sungai Baukoek dari ancaman erosi merupakan kebutuhan vital yang menyangkut keselamatan dan mobilitas warga,” tegas Srikandi PAN tersebut.

​Ia menambahkan, seluruh hasil reses ini akan disusun dalam laporan resmi untuk disampaikan kepada Pimpinan DPRD dan diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Belu melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

​”Aspirasi ini akan kami perjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah agar masuk ke dalam skala prioritas pembangunan Kabupaten Belu ke depan,” pungkas Maria.