Memperingati HuT ke-25 BPOM gelar vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) murah.
ATAMBUA, Mediatihar .Com– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Loka POM Kabupaten Belu bekerja sama dengan Pengurus Pusat Korpri menyelenggarakan layanan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) murah. Kegiatan ini dipusatkan di Lantai Satu Kantor Bupati Belu, Selasa (3/3/2026).
Langkah preventif untuk mencegah kanker serviks ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Daerah. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Elly CH Rambitan, SH, menegaskan bahwa inisiatif ini sangat krusial karena menyangkut keselamatan jiwa kaum perempuan di wilayah perbatasan tersebut.
Dalam sambutannya, Elly mengungkapkan bahwa biaya vaksinasi HPV dalam kegiatan ini dibanderol sebesar Rp290 ribu per dosis. Angka ini jauh lebih terjangkau dibandingkan harga normal di fasilitas kesehatan umum yang bisa mencapai Rp1 juta per dosis.
“Masyarakat, khususnya perempuan, mendapatkan kesempatan emas. Kita jangan hanya melihat nilai rupiahnya, tetapi manfaat jangka panjang bagi kesehatan. Lebih baik mencegah daripada mengobati, karena biaya pengobatan kanker sangat besar dan kesembuhannya tidak selalu maksimal,” ujar Elly.
Pemkab Belu juga mengapresiasi peran aktif Loka POM Belu yang kini tidak hanya fokus pada pengawasan obat dan makanan, tetapi juga merambah ke isu kesehatan masyarakat secara luas.
Elly menekankan beberapa poin penting dalam kegiatan tersebut:
Visi Kesehatan: Upaya ini sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Belu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kewaspadaan Penyakit: Mengingat tingginya kasus HIV/AIDS di NTT, termasuk Belu, sinergi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan BPOM sangat diperlukan.
Edukasi Publik: Peserta vaksinasi diminta menjadi agen informasi bagi keluarga dan tetangga tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker.
“Kesehatan adalah modal dasar dan harga paling mahal dalam hidup. Kami berharap kegiatan vaksinasi HPV ini tidak berhenti pada momentum HUT BPOM saja, tetapi berlanjut secara berkesinambungan,” tegasnya.
Kegiatan yang diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda dan anggota organisasi perempuan ini, diharapkan mampu menekan angka pengidap kanker serviks di Kabupaten Belu secara signifikan.












