Pohon Beringin Soekarno Terbakar: Murni Bencana atau Disengaja? Yane Bone Minta Polisi Periksa CCTV Usut Pelaku

Ket: Anggota DPRD kabupaten Belu Maria Hilaria Yanuaria Bone mendesak pihak kepolisian untuk turun tangan menyelidiki kasus ini secara tuntas kebakaran pohon Beringin Bersejarah (foto: MT).

ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM- Kebakaran hebat melahap pohon beringin tua bersejarah di kawasan Lapangan Umum Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (23/8/2026). Peristiwa tersebut sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial.

​Pohon yang dikenal warga setempat sebagai Pohon Beringin Soekarno ini memiliki nilai sejarah tinggi. Pohon tersebut ditanam langsung oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Belu pada kurun waktu 1954–1955. Sebelum terbakar, pohon ikonik ini sempat roboh diterjang angin kencang dan hujan deras pada 30 Desember 2022 lalu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, drg. Ansilla Eka Mutty, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, pemadaman dilakukan secara bertahap hingga situasi benar-benar kondusif.

​”Api berhasil dipadamkan oleh tim Damkar Satpol PP setelah tiga kali upaya pemadaman, dibantu BPBD dan pihak terkait. Pascapemadaman, area sekitar langsung dibersihkan secara bergotong royong oleh tim Damkar, BPBD, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup, dan aparat kepolisian,” terang Ansilla Saat di konfirmasi media ini,Senin(24/8/2026).

​Terkait pemicu kebakaran, pihak BPBD dan pemadam kebakaran belum bisa memastikan penyebab pastinya. Namun, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna mendalami dugaan keterlibatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di sekitar lokasi.

​Insiden terbakarnya aset sejarah Kota Atambua ini menuai keprihatinan mendalam dari anggota DPRD Kabupaten Belu fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Maria Hilaria Yanuaria Bone. Ia meragukan spekulasi yang menyebutkan ODGJ sebagai pelaku pembakaran.

​”Saya sangat sedih. Mengapa ada yang tega membakar pohon beringin bersejarah itu? Kalau melihat besarnya kobaran api, sangat tidak mungkin jika tidak ada pemicu seperti bensin atau minyak tanah. Saya menduga ada unsur kesengajaan dari oknum tertentu, bukan sekadar perbuatan orang gila,” ujar Maria.

​Maria mendesak pihak kepolisian untuk turun tangan menyelidiki kasus ini secara tuntas, salah satunya dengan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar area kejadian untuk menemukan titik terang pelaku pembakaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed