Lewoleba, Mediatihar.com – Ketua Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kabupaten Lembata, Juprian Lamablawa, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Lembata untuk segera menyediakan tempat yang layak bagi para ibu-ibu penjual jagung titi yang selama ini berjualan di emperan toko di seputaran pasar TPI Lewoleba. Desakan ini disampaikan di tengah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lembata ke-26, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Juprian menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Lembata atas inisiatif melestarikan jagung titi sebagai kekayaan pangan lokal. Namun, ia juga mengkritik Pemda karena kurang memperhatikan ketahanan bahan baku jagung titi, yaitu jagung pulut.
“Arah kebijakan Pemda Lembata, khususnya Dinas Pertanian, juga harus konsen terhadap ketahanan bahan baku jagung titi itu sendiri, yaitu jagung pulut,” ujarnya.
Menurut Juprian, jagung pulut kini semakin sulit ditemukan di kalangan petani Lembata. Banyak petani beralih menanam jagung hibrida karena dijanjikan harga yang lebih tinggi oleh pemerintah.
“Para penjual jagung titi yang berjualan di emperan toko sebelah selatan pasar TPI, sebagian bahan bakunya dibeli dari Kabupaten Flores Timur, khususnya Pulau Adonara, karena sulit mendapatkan bahan baku jagung pulut di Lembata,” ungkapnya.
Juprian menilai kondisi ini sebagai realita empiris yang membutuhkan perhatian serius dari Pemda Lembata. Ia mendesak Bupati Lembata untuk lebih konsentrasi pada ketahanan pangan, khususnya jagung pulut sebagai bahan baku jagung titi.
Selain masalah bahan baku, Juprian juga menyoroti kondisi para penjual jagung titi yang berjualan di emperan toko. Ia mendesak Pemda Lembata melalui OPD terkait untuk segera menyiapkan lapak yang layak bagi mereka.
“Pemda Lembata mestinya punya hati melihat para penjual jagung titi itu berjualan di emperan toko. Segera siapkan tempat yang layak buat mereka, fasilitasi tempat jualan buat ibu-ibu itu, dan lakukan pendampingan lainnya layaknya para pelaku UMKM yang harus dibantu,” pungkas Juprian.








