Pimpin Tanam Padi MT II, Wabup Belu: Kita Optimalkan Lahan Tidur demi Swasembada Perbatasan!

 

Ket: wakil Bupati Belu vicente Hornai gonsalves ST melaksanakan penanaman padi secara simbolis di atas lahan seluas 5 hektare mengunakan mesin Rice Transplanter.

BELU, MEDIATIHAR.COM – Pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen memperkuat kedaulatan pangan di wilayah perbatasan NKRI-Timor Leste. Langkah nyata ini diwujudkan melalui peresmian Kegiatan Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) di lokasi Optimasi Lahan Musim Tanam (MT) II Tahun 2026 yang dipusatkan di Dusun Haekrit, Desa Manleten Barat, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Senin (3/8/2026) pagi.

​Agenda strategis yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu ini ditandai dengan penanaman padi secara simbolis di atas lahan seluas 5 hektare. Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Goncalves, ST, memimpin langsung jalannya penanaman tersebut didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Belu, serta dihadiri sekitar 100 orang dari elemen masyarakat dan kelompok tani.

​Dalam arahannya, Wakil Bupati Vicente Hornai Goncalves menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Pertanian, jajaran penyuluh, serta seluruh petani yang siap memulai program tanam kedua ini. Ia menegaskan bahwa transformasi pola tanam dari satu kali panen menjadi dua kali panen (IP 200) merupakan langkah krusial bagi masa depan ekonomi daerah.

​”Mengapa kita harus menaikkan IP? Selama ini lahan sawah kita di Belu hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun, sisanya tidur. Padahal lahan itu adalah masa depan kita. Mulai hari ini, kita putuskan untuk mengoptimalkan potensi tersebut dari satu kali panen menjadi dua kali panen,” ujar Vicente tegas.

​Vicente membeberkan tiga alasan utama di balik kebijakan akselerasi IP ini. Pertama, untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara berlipat lewat perputaran roda ekonomi desa. Kedua, menjaga ketahanan pangan daerah agar Kabupaten Belu sebagai garda terdepan bangsa tidak lagi bergantung pada pasokan beras luar. Ketiga, untuk memaksimalkan infrastruktur yang ada seperti sistem pompanisasi, traktor, serta sumber daya air agar tidak menganggur selama enam bulan.

​Pemerintah daerah berkomitmen penuh menyediakan bantuan sarana prasarana yang memadai seperti teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, jaminan ketersediaan air, pendampingan intensif dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga jaminan pasar.

​”Kami tidak hanya bicara. Kami hadir dan mendukung penuh. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan Bulog untuk menyerap gabah petani dengan harga yang layak agar petani tidak rugi. Mari kita buktikan bersama bahwa Kabupaten Belu mampu menjadi lumbung pangan di wilayah perbatasan NTT,” tambah vicente Hornai

​Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Silvia C. Do Amaral, menjelaskan bahwa proyek percontohan penanaman simbolis hari ini dilakukan di lahan seluas 5 hektare. Namun secara keseluruhan, kawasan pertanian yang ditargetkan untuk program optimasi lahan ini mencapai hampir 100 hektare.

​Silvia memaparkan, guna menggenjot efisiensi kerja dan mempercepat masa panen di musim kemarau, Pemkab Belu mendorong penerapan mekanisasi dan teknologi pertanian modern. Salah satunya adalah penggunaan mesin penanam padi otomatis (Rice Transplanter) serta metode pembibitan menggunakan media mulsa (plastik).

​”Metode modern dengan media mulsa ini jauh lebih hemat biaya dan tenaga kerja. Saat bibit siap ditanam, media tinggal digulung tanpa perlu dicabut manual satu per satu. Untuk varietasnya, kami menggunakan Inpari 6 dan Pajajaran yang memiliki karakteristik genjah atau masa pematangan singkat sekitar 2 bulan, sehingga sangat cocok untuk Musim Tanam II,” jelas Silvia.

​Ia menambahkan, ke depan Dinas Pertanian berencana melakukan inovasi lanjutan berupa penggunaan teknologi drone untuk proses pemupukan dan penyemprotan di lapangan guna mewujudkan mekanisasi pertanian penuh.

​Sebagai wujud nyata dukungan, dalam acara tersebut diserahkan pula bantuan benih padi MT II yang diproduksi oleh penangkar lokal dan dipasarkan melalui CV Timor Tani Sejahtera.

​Penyerahan simbolis dan demonstrasi pengoperasian Rice Transplanter oleh wakil Bupati Belu bersama jajaran Forkopimda. Acara ditutup dengan peninjauan area persawahan serta dialog interaktif langsung bersama para petani guna menyerap aspirasi riil di lapangan.

​Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Pimpinan Perangkat Daerah (OPD) terkait Kabupaten Belu, Camat Tasifeto Timur beserta Danramil dan Kapolsek Tasifeto Timur, Kepala Desa Manleten, Kepala Desa Manleten Barat, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Belu beserta PPL, serta perwakilan dari 7 kelompok tani setempat yakni Kelompok Tani Damar, Halikuda, Lima Satu, Faululik 2/3, Webot, Sinar Tani, dan Giat Makmur.