Perkuat Ekonomi Desa, Dirut Agrinas Pangan Nusantara Beberkan Keunggulan Program KDMP

Joao Angelo De Sousa Mota,Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, memaparkan perkembangan signifikan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

JAKARTA,MEDIATIHAR.COM – Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memaparkan perkembangan signifikan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program ini merupakan inisiatif unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memperkuat fondasi ekonomi pedesaan.

​Hingga Mei 2026, puluhan ribu koperasi tengah dibangun dan ribuan gerai siap beroperasi di seluruh Indonesia. Joao menegaskan bahwa KDMP bukan sekadar unit usaha ritel biasa, melainkan ekosistem besar yang menghubungkan produk desa langsung ke pasar nasional hingga global.

​Melalui kanal YouTube Penjaga Harapan pada Selasa (12/05/2026), Joao menjelaskan bahwa KDMP mengusung sistem digitalisasi, termasuk e-commerce dan marketplace. Tujuannya adalah memotong rantai distribusi yang selama ini terlalu panjang dan merugikan petani.

​”KDMP akan jauh lebih besar dari ritel konvensional. Ini adalah gagasan besar Presiden untuk memastikan produk subsidi dinikmati masyarakat yang berhak dan produk desa mendapat harga yang adil (fair price),” ujar Joao.

​Sistem pengelolaan KDMP berbasis partisipasi kolektif, di mana 97% keuntungan dikembalikan kepada warga desa. Hal ini diharapkan dapat memutus dominasi kapitalis di lini logistik dan memberantas praktik rentenir yang membelit masyarakat desa.

​Selain fokus pada perdagangan, KDMP berfungsi sebagai jembatan finansial. Meski tidak berfokus pada simpan pinjam secara mandiri, KDMP berperan menghubungkan warga dengan perbankan untuk mengakses pinjaman lunak.

Jaminan Pinjaman: Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota akan menjadi jaminan pinjaman di bank.

Tanggung Jawab Sosial: Sistem ini membangun karakter bangsa melalui tanggung jawab kolektif antaranggota.

Transparansi: Dikelola secara profesional dengan sistem digital dan prinsip one man one vote.

​Joao meluruskan isu yang menyebut Agrinas sebagai “pemain tunggal”. Ia menegaskan bahwa Agrinas adalah BUMN yang bertugas memfasilitasi, mengawasi, dan memastikan standarisasi mutu serta digitalisasi berjalan lancar.

​Terkait pembangunan gerai, Joao menekankan penggunaan mekanisme partisipatif yang melibatkan masyarakat setempat dan Karya Bakti TNI, bukan melalui kontraktor swasta besar. Hal ini dilakukan untuk menghindari monopoli proyek dan memastikan perputaran uang tetap di desa.

​”Pembangunan KDMP tidak bersifat kontraktual dengan perusahaan tertentu. Jika ada yang terbukti membuat kontrak dengan perusahaan secara ilegal, saya akan laporkan ke Kejaksaan. Siapa pun yang punya bukti, lapor ke Agrinas, kami proses hukum,” tegas Joao.

​Dengan pembangunan yang masif di seluruh tanah air, KDMP diharapkan menjadi titik balik kembalinya koperasi sebagai soko guru perekonomian rakyat yang modern dan transparan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed