
JAKARTA,MEDIATIHAR.COM – Pemerintah terus mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih. Langkah strategis ini dirancang sebagai upaya memperkuat fondasi perekonomian masyarakat langsung dari tingkat desa.
Percepatan program tersebut dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pada Selasa (28/7/2026).
Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa KDMP tidak sekadar berfungsi sebagai tempat jual-beli biasa, melainkan diarsiteki sebagai infrastruktur ekonomi strategis milik pemerintah di tingkat desa. Nantinya, koperasi ini akan berperan ganda dalam menyalurkan barang subsidi maupun non-subsidi, sekaligus menjadi offtaker (penampung) hasil produksi para petani dan nelayan lokal.
“Koperasi ini dibangun sebagai infrastruktur ekonomi pemerintah di tingkat desa, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Zulkifli Hasan dalam keterangan resminya.
Dalam pengembangannya, pemerintah menetapkan empat fokus utama untuk KDMP:
Mengintegrasikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ke dalam ekosistem koperasi.
Menjadi wadah pemasaran efektif bagi produk-produk masyarakat desa.
Menyalurkan bantuan sosial (bansos) secara lebih tepat sasaran.
Menyediakan kebutuhan pokok yang terjangkau bagi masyarakat luas.
Di sektor pangan, keberadaan KDMP ditargetkan mampu memangkas rantai pasok hasil pertanian secara signifikan. Pemerintah berencana memotong jalur distribusi yang semula melalui delapan mata rantai menjadi hanya tiga tahapan, yaitu dari petani langsung ke KDMP, kemudian ke konsumen. Pemotongan rantai pasok ini diharapkan dapat mendongkrak pendapatan petani sekaligus menekan harga pangan di tingkat konsumen.
Selain memperkuat sektor ekonomi dan pangan, KDMP juga akan diintegrasikan sebagai pusat layanan kesehatan desa. Langkah ini ditempuh melalui kolaborasi sinergis dengan layanan kesehatan desa, Puskesmas Pembantu (Pustu), BPJS, pemerintah daerah, serta jaringan apotek dan klinik.
Berdasarkan data terkini, pemerintah mencatat sebanyak 83.382 KDMP telah resmi berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, sebanyak 79.707 koperasi sudah mengantongi akun Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES), dan 60.794 di antaranya telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Bersamaan dengan itu, pemerintah juga tengah mengembangkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih.
Menutup rakortas tersebut, Menko Pangan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk mengawal kesiapan infrastruktur dan tata kelola KDMP agar berjalan optimal.
“Kita sedang membangun lebih dari 83 ribu desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Seluruh proses akan kita kawal agar Koperasi Desa Merah Putih benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Zulkifli.
Rapat koordinasi tingkat menteri ini turut dihadiri oleh Menteri Desa dan PDT, Menteri Koperasi, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pertanian, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Direktur Utama PT Agrinas, serta Wakil Panglima TNI.
Sumber : Rilis komenko Pangan RI.