Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Wiston Rondo, S.Pt. menggelar Musyawarah Kabupaten PBVSI Belu,di Gedung Betelalenok,Atambua.
ATAMBUA, MEDIATIHAR.COM – Setelah sempat vakum dan mengalami stagnasi organisasi selama kurang lebih enam tahun sejak 2019, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Belu resmi memulai babak baru. Kebangkitan ini ditandai dengan digelarnya Musyawarah Kabupaten (Muskab) PBVSI Belu masa bakti 2026-2030 di Gedung Betelalenok, Atambua, Jumat (15/5/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Wiston Rondo, S.Pt., Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Belu, Drs. Nikolaus Umbu K. B. Birri, perwakilan KONI Belu, serta delegasi dari 17 klub bola voli se-Kabupaten Belu.
Ketua Panitia Muskab, Yohanes Moruk, S.STP, dalam laporannya menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi voli di Belu yang sempat “mati suri”. Sejak 2019, ketiadaan kepengurusan yang aktif berdampak langsung pada minimnya kompetisi dan pembinaan atlet lokal.
”Sejak 2019, PBVSI Belu vakum, zero tournament. Melalui mandat caretaker Bapak Magel Lona, hari ini 17 klub berkumpul dengan tekad yang sama: Belu harus bangkit dan menyumbangkan prestasi untuk tanah Rai Belu tercinta,” tegas Yohanes.
Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Wiston Rondo, dalam sambutannya memberikan arahan tegas. Ia menekankan bahwa Muskab ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan langkah krusial untuk mengejar ketertinggalan menjelang PON 2028.
Wiston mengingatkan agar pengurus yang terpilih nantinya tidak hanya menjadi “pengurus baliho” yang muncul saat seremonial semata.
”Saya ingin tegaskan, tidak ada lagi kabupaten yang berjalan sendiri-sendiri. PBVSI Belu ke depan tidak boleh hanya sibuk mengurus turnamen, tetapi harus bicara tentang pembinaan usia dini, sertifikasi pelatih, kualitas wasit, hingga penerapan sport science,” ujar Wiston.
Lebih lanjut, Wiston meyakini potensi atlet Belu sangat besar mengingat sejarah panjang daerah ini sebagai lumbung pemain tangguh dengan karakter petarung. Ia berharap Muskab ini menghasilkan keputusan mufakat atau aklamasi sebagai simbol persatuan besar dunia voli di NTT.
Pemerintah Kabupaten Belu melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. Nikolaus Umbu K. B. Birri, menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengembalikan kejayaan olahraga voli di tapal batas.
”Harapan kami, kepengurusan baru dapat melahirkan pemain berbakat yang mampu membawa nama Belu ke jenjang nasional. Mari kita bekerja sama untuk kemajuan olahraga kita,” pungkas Nikolaus.














