Ignatius Ati Koli Anggota DPRD kabupaten Belu dari partai PAN menyampaikan rasa bangga atas perjuangan luar biasa para atlet Laka Boxing.
KUPANG, MEDIATIHAR.COM – Prestasi gemilang yang ditorehkan Sasana Laka Boxing Camp (LBC) Atambua dalam Kejuaraan Terbuka Tinju Piala Rektor Universitas PGRI (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026 mendapat apresiasi tinggi dari kalangan legislatif. Kontingen Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Belu tersebut sukses keluar sebagai Juara Umum II dalam ajang yang digelar di GOR Flobamora Oepoi, Kota Kupang, 4–10 Juni 2026.
Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ignatius Ati Koli, menyampaikan rasa bangga atas perjuangan luar biasa para atlet. Menurut legislator yang akrab disapa Uju ini, prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras atlet yang dibarengi dengan manajemen serta tangan dingin pelatih.
”Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dari para atlet dan tentu tidak terlepas dari peran manajer serta pelatih yang baik,” ujar Uju kepada media, Kamis (11/6/2026).
Uju menegaskan bahwa para atlet yang telah mengharumkan nama Kabupaten Belu di tingkat provinsi layak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Ia mendorong pemerintah untuk memberikan reward atau mempertimbangkan perekrutan khusus bagi para atlet berprestasi sebagai bentuk motivasi jangka panjang.
”Para atlet yang telah mengharumkan nama Kabupaten Belu ini perlu diperhatikan. Kalau bisa, mereka direkrut oleh pemerintah (daerah) sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi generasi muda lainnya,” tegas Uju, yang juga merupakan om kandung dari Emanuel Bere, peraih gelar Petinju Favorit kategori Elite Men.
Secara terpisah, Manajer Sasana LBC Atambua, Vincent K. Laka, membenarkan pencapaian anak-anak asuhnya. Turnamen yang resmi ditutup oleh Gubernur NTT pada Rabu malam (10/6/2026) itu menjadi panggung pembuktian bagi ketangguhan petinju wilayah tapal batas.
”Hasil kejuaraan open turnamen Piala Rektor UPG 1945, Pertina Belu keluar sebagai Juara Umum II,” kata Vincent.
Vincent menjelaskan, Pertina Belu mengirimkan total 47 personel yang terdiri dari 37 atlet dan 10 orang official. Para atlet bertanding di tiga kategori utama (Junior, Youth, dan Elite) yang terbagi ke dalam enam kelas. Dari 37 atlet yang diterjunkan, LBC Atambua berhasil membawa pulang total 20 medali, dengan rincian 7 emas, 7 perak, dan 6 perunggu.
Berikut adalah daftar lengkap perolehan medali kontingen Pertina Belu:
Kategori Medali
7 Medali Emas
Maria Intan Bere, Maria Aprilia Ledy Oes, Putri Pandi Resi, Libertus Gha, Arista Moy, Virgo Lau, Jeliati Usu.
7 Medali Perak
Yudit Mau Nino, Alrida Do Carmo, Kristian Lopes, Januar Mau, Adi Putra Bani, Lidya Nalle, Fery Tavares.
6 Medali Perunggu
Maria Marselina Asa, Melan Banunaek, Rasti Bere Maya, Kristo Kapur, Ricky Untas, Lukas Gusmao.
Selain memboyong piala Juara Umum II, tiga petinju berbakat asal Kabupaten Belu juga berhasil menyabet penghargaan individu yang prestisius di masing-masing kategori:
Maria Intan Bere: Dinobatkan sebagai Petinju Terbaik kategori Youth Putri.
Jeliati (Jelly) Usu: Meraih penghargaan sebagai Petinju Favorit kategori Junior Girls.
Emanuel Bere: Menyabet gelar Petinju Favorit kategori Elite Men.
Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi Kabupaten Belu sebagai salah satu lumbung atlet tinju berbakat di wilayah NTT, sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan atlet muda di wilayah tapal batas.***







