Bupati Belu, Willybrodus Lay. SH,Tekankan Efisiensi Perjalanan bagi 12 Calon Jemaah Haji Tahun 2026
ATAMBUA,Mediatihar.Com – Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, meminta penyelenggara haji untuk memastikan teknis pemberangkatan jemaah calon haji asal Kabupaten Belu tahun 2026 dilakukan secara efisien. Hal ini ditegaskannya saat menerima audiensi Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Belu di Ruang Kerja Bupati, Jumat (13/03/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Willy Lay menyoroti pentingnya manajemen waktu keberangkatan agar para jemaah tidak mengalami kelelahan fisik yang berlebihan sebelum tiba di tanah suci.
”Saran saya, untuk tahun 2026 ini skema keberangkatan diatur agar tidak terlalu memakan waktu lama di perjalanan. Kita harus memastikan para calon jemaah haji tidak terlalu capek sehingga bisa menjalankan ibadah dengan prima,” ujar Bupati Willy Lay.
Selain faktor efisiensi waktu, Bupati juga menekankan bahwa aspek kenyamanan dan keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama selama proses mobilisasi dari daerah asal hingga ke embarkasi. Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Belu siap bersinergi penuh dengan kementerian terkait demi kelancaran ibadah rukun Islam kelima tersebut.
”Kami siap mendukung dan berkolaborasi untuk memastikan seluruh tahapan keberangkatan berjalan lancar dan aman,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Belu, Maskur Kadir, S.Sos.I, melaporkan bahwa kuota haji untuk Kabupaten Belu pada tahun 2026 tercatat sebanyak 12 orang. Jumlah ini diakui mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan pengurangan kuota yang terjadi di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
”Sesuai Rencana Penyelenggaraan Ibadah Haji dari pusat, jemaah asal Kabupaten Belu rencananya akan diberangkatkan dalam kelompok terbang (Kloter) 80,” jelas Maskur.
Sebagai informasi, Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Belu juga membawahi wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Untuk musim haji 2026, total jemaah yang akan diberangkatkan dari wilayah kerja tersebut berjumlah 15 orang, yang terdiri dari 12 orang asal Belu dan 3 orang asal TTU.








