Kawal Proyek Rp3,3 Miliar: DPRD Belu Desak Pemeliharaan, Kontraktor Langsung Drop Material, Warga Beri Apresiasi

BERITA, DAERAH247 Views

Komisi III DPRD Meninjau proyek jalan Translok Peibulak, Merespon Desakan DPRD Direktur CV Tunas Baru Turunkan Material di lokasi.(foto: Edit/MT).

ATAMBUA, MEDIATIHAR.COM — Direktur CV Tunas Baru, Hendrikus Manek Lopez, bergerak cepat merespons instruksi Komisi III DPRD Kabupaten Belu terkait kerusakan di jalur Translok Piebulak, Kecamatan Lamaknen Selatan. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah material kini telah diturunkan di lokasi untuk memulai proses perbaikan.

​Manek Lopez menjelaskan bahwa proyek senilai Rp3,3 miliar tersebut saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Menurutnya, keterlambatan penanganan selama ini murni disebabkan oleh kendala cuaca ekstrem yang menghambat mobilisasi alat dan bahan.

​”Selama ini kami terkendala hujan, sehingga akses mobilisasi material terhambat. Sekarang baru mulai diperbaiki karena akses jalan untuk mobilisasi material sudah bisa dilalui,” ujar Manek Lopez saat diwawancarai, Sabtu (4/7/2026).

foto: Tumpukan material di lokasi jalan Translok Peibulak.

​Langkah taktis pihak kontraktor ini menyusul peninjauan langsung yang dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belu, Antonius Ugahari Luan. Jalur yang menghubungkan Desa Loonuna dan Dusun Tirisoan (Desa Lutharato) tersebut diketahui mulai mengalami kerusakan ringan dan tergerus longsor akibat tingginya curah hujan pada awal tahun.

​Politisi yang akrab disapa Toni Luan itu menegaskan agar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor memaksimalkan masa pemeliharaan yang ada untuk memperbaiki setiap titik kerusakan.

​”Pekerjaan jalan Translok Piebulak ini harus segera diperbaiki dalam masa pemeliharaan ini, walaupun masa pemeliharaannya masih berjalan sampai bulan Maret 2027. Sebagai wakil rakyat, DPRD Belu mempunyai tanggung jawab moril untuk mengawasi setiap proyek pembangunan,” tegas Toni Luan dilansir dari primamultimedia.com

​Meski terdapat beberapa titik yang terdampak longsor, Toni menyebut secara umum kondisi jalan sepanjang jalur Translok Piebulak masih tergolong baik dan fungsional untuk mendukung aktivitas harian masyarakat.

foto: ketua komisi III DPRD Belu,Antonius Luan  Ugahari meninjau lokasi jalan Translok Peibulak.

​Kehadiran proyek infrastruktur ini pun disambut positif oleh warga setempat. Perwakilan warga Desa Lutarato, Stefanus Fouk, mengungkapkan rasa terima kasihnya karena aspirasi warga akan akses jalan yang layak telah diakomodasi oleh pemerintah.

​”Kami merasa bangga sekali karena pemerintah berusaha agar jalan ini diperbaiki. Kami sangat berterima kasih banyak,” ungkap Stefanus.

​Selain pembangunan jalan, warga juga mengapresiasi dampak sosial (CSR) yang diberikan oleh CV Tunas Baru berupa bantuan pembuatan sumur galian untuk air bersih serta sumbangan semen untuk fasilitas kampung.

​Meski demikian, Stefanus memberikan catatan kritis mengenai kualitas pengaspalan pada beberapa titik tanjakan yang diduga terpengaruh cuaca buruk saat proses pengerjaan.

Foto: Stefanus fouk warga lutarato,Dusun Tirisoan apresiasi Respon cepat Direktur CV.Tunas Baru.

​”Kemungkinan besar saat pengerjaan itu bertepatan dengan musim hujan, sehingga kualitas di beberapa meter jalan yang menanjak agak kurang. Kami berharap hal ini bisa menjadi perhatian untuk diperbaiki,” jelasnya.

​Memanfaatkan momentum kunjungan kerja pimpinan Komisi III DPRD Belu tersebut, Stefanus juga menyuarakan keluhan warga mengenai kebutuhan dasar lainnya yang belum terpenuhi, yakni jaringan listrik. Hingga saat ini, Dusun Tirisoan dilaporkan belum tersentuh penerangan.

​”Persoalan yang sekarang kami hadapi adalah listrik. Sudah begitu lama di sini, tetapi kondisinya masih gelap. Kami sangat mengharapkan adanya perhatian pemerintah untuk penerangan di wilayah kami,” pungkas Stefanus.(Haman/MT).