Alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Belu pada tahun anggaran 2026. Total alokasi yang disiapkan mencapai 7.700 ton.
BELU,Mediatihar.Com– PT Pupuk Indonesia resmi meningkatkan alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Belu pada tahun anggaran 2026. Total alokasi yang disiapkan mencapai 7.700 ton, angka yang mencatatkan kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya guna mendukung produktivitas petani lokal.
Perwakilan PT NTT Makmur Jaya, Wilhelmus Gatiroing, merinci bahwa total alokasi tersebut terdiri dari tiga jenis pupuk utama:
Pupuk Urea: 3.500 ton
NPK: 3.000 ton
Pupuk Organik: 1.200 ton
Dari total 12 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Belu, Kecamatan Tasifeto Timur tercatat sebagai wilayah dengan jatah alokasi terbesar. Wilayah ini mendapatkan suplai sebanyak 940 ton Urea, 800 ton NPK, dan 250 ton Pupuk Organik.
Langkah ini diambil mengingat potensi lahan pertanian di wilayah tersebut yang membutuhkan asupan nutrisi tanaman lebih besar dibandingkan kecamatan lainnya.
Wilhelmus menyatakan optimisme tinggi bahwa penyaluran pada tahun 2026 dapat mencapai target 100%. Harapan ini berkaca pada performa gemilang penyaluran di tahun 2025 yang hampir menyentuh angka sempurna.
”Penyaluran tahun lalu sangat baik, di mana realisasi Urea mencapai 99,20% dan NPK mencapai 99,02%. Atas capaian ini, Kabupaten Belu bahkan mendapatkan apresiasi langsung dari PT Pupuk Indonesia,” ujar Wilhelmus.
Untuk memastikan kelancaran distribusi, pihak distributor telah mengambil langkah strategis dengan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) tahun 2026 bersama seluruh pengecer resmi.
Dengan adanya payung hukum dan komitmen distribusi ini, para petani diharapkan dapat menebus pupuk dengan mudah di kios-kios pengecer terdekat tanpa terkendala kelangkaan stok. Sinergi antara distributor dan pengecer ini menjadi kunci utama dalam mendorong peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani di Kabupaten Belu.








