Kabar Gembira! Pemkab Belu siap Berangkatkan 60 Calon PMI ke jepang

​ATAMBUA,Mediatihar.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hingga penghujung tahun 2025, kebijakan ketenagakerjaan di bawah kepemimpinan daerah saat ini difokuskan pada pemerataan akses bagi perempuan, pemuda, hingga penyandang disabilitas.

​Pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi. Hal ini tecermin dalam berbagai program strategis yang tidak hanya menyasar sektor formal, tetapi juga memberikan perlindungan kuat pada sektor informal.

​Salah satu inovasi yang menyita perhatian adalah pemberian SIM C Gratis bagi tukang ojek terdaftar. Program ini bertujuan meningkatkan legalitas dan keselamatan kerja para pengemudi ojek sebagai tulang punggung transportasi lokal.

​Pada tahun anggaran 2025, sebanyak 43 orang dari enam desa—yakni Desa Tulakadi, Fatubaa, Tukuneno, Derokfature Ne’e, Rinbesihat, dan Lawalutolus—telah menerima manfaat ini. Mengingat tingginya antusiasme warga, pemerintah memastikan program ini akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2026.

​Tak hanya di level lokal, Pemkab Belu juga membidik pasar kerja internasional. Melalui serangkaian kegiatan fasilitasi angkatan kerja, pemerintah melaporkan beberapa capaian krusial sepanjang 2025:

​Kerja Sama BLK: Sebanyak 24 peserta telah menyelesaikan pelatihan peningkatan kapasitas di Balai Latihan Kerja (BLK) dan langsung menerima bantuan peralatan pasca-pelatihan.

​Target Pasar Jepang: Pemerintah berhasil melatih 60 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kini dinyatakan siap untuk ditempatkan di negara Jepang.

​Perlindungan Jaminan Sosial: Pemkab Belu mengalokasikan anggaran besar untuk BPJS Ketenagakerjaan. Tercatat 4.621 pekerja telah terlindungi melalui skema pembiayaan APBD I dan APBD II dengan total realisasi anggaran mencapai ratusan juta rupiah.

​Di sektor pemberdayaan pemuda, pemerintah mendorong peran aktif generasi muda melalui ekonomi kreatif yang ramah lingkungan. Dua program unggulan yang berjalan tahun ini adalah pengembangan kelompok usaha Jamur Tiram bagi pemuda dan produksi Eco Enzym bagi kelompok pemudi.

​”Pemerintah tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga membangun ekosistem yang adil. Kami ingin setiap warga Belu memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja secara layak,” ungkap perwakilan pemerintah dalam catatan refleksi tersebut.

​Melalui langkah-langkah strategis ini, Pemkab Belu optimis dapat menurunkan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di masa depan.