
ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, menginstruksikan seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) hingga tingkat desa untuk memastikan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tepat sasaran. Ia menegaskan, verifikasi data penerima bantuan beras periode Juli–September 2026 harus mencerminkan kondisi riil masyarakat di lapangan.
Instruksi tersebut disampaikan Wabup Vicente saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Penyaluran CPP di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Jumat (28/8/2026).
“Bantuan pangan harus diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan. Ketika amanah dan anggaran bantuan ada di tangan kita, tetapi masyarakat tetap miskin, itu menjadi tanggung jawab moral kita bersama,” tegas Vicente di hadapan para camat, kepala desa, dan lurah yang hadir.
Selain pembenahan data bantuan pangan, Vicente menyoroti pentingnya disiplin dan kehadiran aparatur pemerintah di kantor. Menurutnya, tingkat kehadiran pegawai berbanding lurus dengan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Belu.
“Jika aparatur tidak berada di tempat, pelayanan akan terhambat dan kita tidak akan tahu apa kebutuhan masyarakat. Kehadiran di kantor adalah wujud kepedulian terhadap warga,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab Belu juga mendorong kemandirian pangan masyarakat agar tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah. Vicente mengajak warga memanfaatkan lahan pekarangan serta potensi lahan subur di sepanjang bantaran sungai untuk budi daya tanaman pangan dan komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Guna mendukung efektivitas penyaluran CPP, rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Belu, Pimpinan Bulog Cabang Atambua, Kasdim 1605/Belu, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu.