Jembatan Trans Timor Putus, Ibu Hamil di Kupang Terpaksa Jalan Kaki Saat Ketuban Pecah

Jembatan Trans Timor Putus, di Kelurahan Naibonat dan Desa Kuimasi, Kabupaten Kupang.

​KUPANG,Mediatihar.Com – Putusnya jembatan di perbatasan Kelurahan Naibonat dan Desa Kuimasi, Kabupaten Kupang, melumpuhkan total jalur utama Trans Timor pada Kamis (26/3/2026).

Kondisi ini memaksa Welhelmina Waty Snae (43), seorang ibu hamil yang tengah berjuang menuju rumah sakit, harus berjalan kaki melintasi reruntuhan jembatan demi mendapatkan pertolongan medis.

​Welhelmina, warga Desa Nitae, Kecamatan Fatuleu Barat, awalnya dibonceng sang suami, Agustinus, menggunakan sepeda motor menuju RSUD Naibonat. Namun, perjalanan mereka terhenti akibat kemacetan panjang di Jalan Timor Raya setelah jembatan penghubung utama Kupang–Timor Leste tersebut ambles.

​Dalam kondisi kontraksi hebat dan ketuban yang sudah pecah, Welhelmina terpaksa turun dari motor. Ia harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 400 meter melewati jembatan yang rusak tersebut di bawah pengawalan personel keamanan.

​Aksi sigap ditunjukkan oleh personel TNI dan Polwan Subdit Kamsel Ditlantas Polda NTT yang berada di lokasi. AKP Arina Eklesia Behhi bersama anggota lainnya, Dewi Padaka dan Susi Leba, segera mengevakuasi Welhelmina menggunakan mobil dinas lalu lintas.

​”Pasien langsung kami bawa ke IGD RSUD Naibonat untuk penanganan darurat sebelum akhirnya dipindahkan ke ruang persalinan,” ujar AKP Arina.

​Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto Mangiri, menjelaskan bahwa kerusakan jembatan di Kilometer 38 Oelmasi ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

​”Terjadi longsoran di hilir sungai yang menggerus tanah hingga menyebabkan retakan pada pondasi. Pondasi jembatan bergeser sehingga plat injaknya menurun drastis,” jelas Janto.

​Saat ini, pihak BPJN tengah menyiapkan jalur alternatif bagi pengguna jalan, mengingat jalur utama akan ditutup total selama proses perbaikan berlangsung.

​Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menegaskan bahwa titik yang terputus ini merupakan urat nadi transportasi di Pulau Timor. Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur tersebut demi keselamatan.

​”Ini jalur utama Trans Timor yang sangat vital. Kondisinya benar-benar putus total. Kami juga sedang fokus pada perbaikan pipa air di lokasi agar distribusi air bersih ke Kota Kupang tidak terganggu,” kata Johni.

​Pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi untuk mempercepat pembukaan jalur darurat guna memulihkan arus logistik dan mobilitas warga yang sempat lumpuh total.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *