Belu, Mediatihar.com – Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan berkelanjutan dalam setiap program pemberdayaan masyarakat desa.
Penegasan ini disampaikan saat meninjau berbagai program yang sedang berjalan di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, pada Senin (22/09/2025).
Bupati Lay menekankan bahwa setiap kegiatan pemberdayaan yang direncanakan harus disusun secara detail. Hal ini meliputi perhitungan anggaran per individu, rincian pengadaan bibit, serta pengadaan ternak.
“Data harus sesuai dengan kondisi riil di Silawan. Misalnya, pengadaan 25 ekor ternak babi, pembukaan lahan seluas satu hektar, pengadaan bibit jagung, dan obat-obatan. Semua harus jelas, termasuk berapa kilogram bibit jagung yang dibutuhkan, jenis obat-obatan yang digunakan, dan label bibitnya. Jangan sampai masyarakat hanya menerima sedikit karena harga bibit yang mahal,” tegas Bupati Belu.
Ia menyarankan agar bibit jagung yang dipilih adalah bibit komposit berlabel ungu atau biru. Dengan demikian, bibit tersebut dapat diambil kembali dari masyarakat untuk program lanjutan di tahun berikutnya. Bupati Lay juga menyoroti perlunya pola pengadaan ternak yang bersifat bergulir.
“Pengadaan 25 ekor ternak babi tidak boleh hanya dibagikan begitu saja. Ke depan, program ini harus bergulir. Kita harus membuka lahan-lahan tidur agar masyarakat dapat menanam jagung. Jika padi tidak memungkinkan, kita fokus pada jagung. Dengan cara ini, pemberdayaan dapat berjalan berkelanjutan,” jelasnya.
Bupati Willy Lay juga menekankan pentingnya sosialisasi langsung kepada masyarakat. Ia meminta pemerintah desa dan kecamatan untuk mengundang masyarakat, berdiskusi bersama mengenai rencana pembukaan lahan, dan menyatukan visi untuk kemajuan desa.
Lebih lanjut, ia menyoroti potensi besar yang dimiliki Desa Silawan, terutama dengan adanya pabrik pakan ternak yang mampu memproduksi hingga 5 ton per hari atau sekitar 1.250 ton per tahun. Potensi ini harus dioptimalkan melalui sinergi antar desa.
“Jika memungkinkan, dua atau tiga desa bekerja sama untuk memastikan produksi jagung berkesinambungan sepanjang tahun. Kita harus memiliki stok jagung minimal 1.250 ton. Jika satu hektar menghasilkan tiga ton, maka kita membutuhkan sekitar 400 hektar lahan. Desa Silawan sendiri setidaknya harus menyiapkan 200 hektar untuk jagung,” terang Bupati Willy Lay, menutup pernyataannya dengan harapan agar program pemberdayaan ini dapat membawa hasil nyata bagi masyarakat.
