Pemkab Belu menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga korban kebakaran.
ATAMBUA,Mediatihar.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga korban kebakaran di RT 11, Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, pada Kamis (26/03/2026).
Penyaluran bantuan ini merupakan respons cepat pemerintah atas musibah kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah milik Slamet, seorang anggota TNI aktif yang bertugas di Makodim 1605/Belu, pada Rabu (18/03/2026) lalu.
Lurah Tenukiik, Elias Y. T. Mali, SH, menjelaskan bahwa sesaat setelah kejadian, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
”Pemerintah kelurahan langsung menyampaikan laporan tertulis kepada Bapak Bupati melalui dinas teknis. Laporan kita sudah ditanggapi hari ini dengan adanya bantuan dari Dinas Sosial dan PMD,” ujar Elias saat diwawancarai di lokasi.
Elias juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Belu atas perhatian yang diberikan kepada warganya.
”Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati atas bantuan ini. Ini adalah wujud nyata kepedulian dan perhatian pemerintah kepada masyarakat yang tertimpa musibah,” tambahnya.
Bantuan yang diserahkan meliputi kebutuhan pokok dan perlengkapan harian, di antaranya:
Beras dan makanan cepat saji.
Pakaian seragam sekolah.
Perlengkapan tidur (spon).
Kid ware (perlengkapan anak), dan bantuan logistik lainnya.
Ibu Sudarti, istri dari Slamet Jatmiko, mewakili keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang mereka terima. Baginya, bantuan tersebut sangat meringankan beban keluarga setelah kehilangan harta benda dalam insiden tersebut.
Meski kerugian materiil diperkirakan cukup besar, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait total kerugian yang dialami korban.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Rabu (18/03) sekitar pukul 10.00 WITA. Api dengan cepat melahap bangunan yang sebagian besar bermaterial kayu tersebut. Menurut pemilik rumah, Slamet, saat kejadian ia sedang beraktivitas di luar rumah.
”Kami sedang membuat kue di luar, tiba-tiba anak-anak berteriak kebakaran. Saat saya lihat, api sudah membesar dari dalam kamar. Kemungkinan berasal dari obat nyamuk bakar yang belum sempat dimatikan,” ungkap Slamet.
Beruntung, aksi sigap puluhan anggota TNI dari Makodim Belu, warga setempat, dan unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Belu berhasil melokalisir api sehingga tidak merambat ke pemukiman padat penduduk di sekitarnya.
