Gelar Reses di Tiga Desa, Sergio Natalino Soroti Krisis Air Bersih dan Jalan Rusak di Belu

Ket: Sergio Natalino Kansi Putra, S.H., Anggota DPRD kabupaten Belu dari partai Hanura menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II di sejumlah wilayah di Kabupaten Belu(foto:MT)

ATAMBUA,MEDIATIHAR COM- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu dari Partai Hanura, Sergio Natalino Kansi Putra, S.H., menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II di sejumlah wilayah di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

​Dalam agenda penyerapan aspirasi tersebut, Sergio turun langsung menemui warga di Desa Naekasa dan Desa Tukuneno (Kecamatan Tasifeto Barat), serta Desa Nanaet (Kecamatan Nanaet Duabesi). Berbagai keluhan mendasar mulai dari persoalan air bersih, infrastruktur jalan, pendidikan, hingga sektor pertanian disampaikan masyarakat setempat.

​Di Dusun Halituku, Desa Naekasa, warga mengeluhkan krisis air bersih yang memaksa mereka membeli air tangki saat musim kemarau. Selain itu, warga juga mengharapkan adanya bantuan beasiswa bagi anak-anak lulusan SMA yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, perbaikan jalan rusak dari SMAN 2 Tasbar menuju Kotafoun, kejelasan upah penarikan bea, hingga bantuan bibit dan alat pertanian.

​Keluhan serupa mengenai infrastruktur dan air bersih juga mengemuka di Dusun Hofehan, Desa Tukuneno. Warga mengusulkan perbaikan jalan utama Tabean–Sesekoe yang dinilai rawan kecelakaan, terutama saat musim hujan. Kepala Dusun Hofehan, Hiro Mau, turut mempertanyakan kelanjutan fasilitas air bersih yang sempat diuji coba pada Januari lalu namun hingga kini belum dapat dimanfaatkan warga.

​Sementara itu, di Dusun Wekmotis, Desa Nanaet, Kepala Dusun Ardianus Siri menyampaikan kebutuhan mendesak warga berupa bantuan hand tractor, bibit ternak, dan lampu penerangan jalan.

​Menanggapi berbagai masukan tersebut, Sergio menegaskan bahwa seluruh aspirasi warga akan diinventarisasi untuk diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD Kabupaten Belu, baik melalui rapat komisi maupun mekanisme penganggaran daerah.

​”Prinsip saya sederhana, aspirasi masyarakat tidak boleh hanya dicatat di atas kertas, tetapi harus diperjuangkan hingga menjadi kebijakan yang manfaatnya dirasakan nyata,” tegas Sergio.

​Politisi Partai Hanura itu menyoroti bahwa krisis air bersih dan kerusakan jalan merupakan persoalan mendesak yang berkaitan langsung dengan keselamatan serta roda ekonomi masyarakat. Ia juga berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengevaluasi proyek infrastruktur yang belum berfungsi optimal, seperti fasilitas air bersih di Desa Tukuneno.