
BELU, MEDIATIHAR.COM – Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi Partai Demokrat, Antonius Mudianto Loe Mau, S.H., menggelar Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di Kelurahan Berdao, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Senin (20/8/2026).
Kegiatan penyerapan aspirasi ini merupakan titik ketiga dalam rangkaian resesnya pada periode ini. Sebelumnya, politisi Partai Demokrat tersebut telah menjaring aspirasi warga di Wilayah Toro (Kelurahan Tulamale, Atambua Barat) dan Desa Kabuna (Kecamatan Kakuluk Mesak).
Dalam dialog interaktif yang berlangsung hangat, warga dan tokoh masyarakat Kelurahan Berdao menyampaikan sejumlah keluhan mendesak terkait fasilitas publik, penataan lingkungan, hingga infrastruktur pemukiman.
Terdapat tiga poin utama yang disuarakan warga dalam pertemuan tersebut, di antaranya:
Penataan Kandang Ternak: Warga atas nama Redem Belex menyoroti keberadaan kandang babi di pemukiman padat penduduk yang dinilai membahayakan sanitasi dan kenyamanan lingkungan. Ia berharap ada regulasi atau penataan kandang ternak yang lebih teratur agar tidak menimbulkan polusi bau dan masalah kesehatan.
Penerangan Jalan Umum (PJU): Warga RT 02 Berao (wilayah belakang kantor PLN), Otha Lolo, mengusulkan pengadaan lampu jalan. Minimnya penerangan di kawasan tersebut dikhawatirkan memicu potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada malam hari.
Perbaikan Saluran Drainase: Guido Mali meminta pemerintah daerah segera memperbaiki dan membangun saluran air (drainase) yang memadai guna meminimalisasi risiko genangan air serta banjir luapan saat musim hujan.
Menanggapi berbagai masukan mendesak tersebut, Antonius Mudianto Loe Mau menegaskan bahwa seluruh poin aspirasi warga Berdao telah dicatat dan akan diperjuangkan secara berjenjang dalam forum legislatif.
”Aspirasi mengenai penataan kandang babi, penerangan jalan di RT 02, serta perbaikan drainase ini adalah kebutuhan dasar masyarakat yang menyangkut kenyamanan dan kesehatan lingkungan. Semua poin ini menjadi catatan prioritas saya untuk dibawa ke Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD,” ujar Antonius.
Terkait penataan kandang ternak, Antonius menyatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan pihak kelurahan guna merumuskan solusi terbaik yang saling menguntungkan tetap mendukung usaha warga tanpa mengorbankan kenyamanan lingkungan sekitar.
Mengenai lampu jalan di belakang PLN, ia berkomitmen untuk mendorong Dinas Perhubungan maupun instansi teknis agar mengalokasikan titik PJU di lokasi tersebut. Sementara untuk saluran air, usulan perbaikan akan didorong masuk ke dalam skala prioritas pembahasan anggaran pembangunan infrastruktur pemukiman pada sidang APBD mendatang.
”Tugas kami di DPRD adalah memastikan suara dan kebutuhan riil warga di tingkat bawah dapat masuk ke dalam program prioritas pemerintah daerah,” pungkasnya.