KUPANG,Mediatihar.Com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua mencatatkan sejarah baru dengan meraih penghargaan bergengsi Pos Kupang Awards 2025. Lapas Atambua dinobatkan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan “Penggerak Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Perbatasan.”
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Manager Online Pos Kupang, Alfons Nedabang, kepada Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Bambang Hendra Setyawan, dalam acara malam penganugerahan bertema “Transformasi Berkelanjutan” di Hotel Aston Kupang, Selasa (16/12/2025) malam.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena. Dalam sambutannya, Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada Pos Kupang yang telah 33 tahun menjadi pilar jurnalisme independen di NTT, serta kepada instansi-instansi yang mampu melakukan transformasi nyata di wilayahnya masing-masing.
Prestasi ini menjadi penghargaan perdana bagi Lapas Atambua. Kalapas Bambang Hendra Setyawan menyampaikan bahwa capaian ini adalah buah dari konsistensi seluruh jajaran dalam menjalankan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
”Penghargaan ini kami dedikasikan sepenuhnya untuk seluruh jajaran petugas dan para Warga Binaan. Ini adalah bukti bahwa Lapas bukan sekadar tempat pembinaan, melainkan pusat pemberdayaan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat di garis depan negara,” ujar Hendra.
Ia juga menambahkan bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, hingga mitra strategis lainnya. Program-program yang dijalankan merupakan implementasi dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) guna mewujudkan Asta Cita Presiden RI.
Penghargaan ini membuktikan posisi Pemasyarakatan sebagai SOLUSI, bukan sekadar institusi. Dengan fokus pada peningkatan keterampilan dan pembentukan karakter, Lapas Atambua dinilai berhasil menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan bagi WBP agar siap berkontribusi positif saat kembali ke masyarakat.
Ke depannya, Lapas Atambua berkomitmen untuk:
1.Memperkuat program pembinaan kemandirian berbasis potensi lokal.
2. Memperluas jejaring kemitraan dengan stakeholder di wilayah perbatasan.
3. Mendorong lahirnya WBP yang mandiri dan berdaya saing.
Melalui langkah-langkah ini, Lapas Atambua optimis dapat terus menjadi agen perubahan yang mengharumkan nama NTT, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.








