
NAGEKEO,MEDIATIHAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan tali asih kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo. Bantuan ini diserahkan setelah tim BPBD Belu merampungkan aksi serupa di Kabupaten Ende.
Bantuan dari Pemkab Belu diantar langsung oleh tim BPBD menuju Paguyuban Belu Malaka, lalu dikoordinasikan dengan Posko Induk Kabupaten Nagekeo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Nagekeo, Immanuel Ndun, menyampaikan apresiasinya atas aksi tanggap tersebut. “Pemerintah Kabupaten Nagekeo mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemda Belu atas perhatian dan bantuan donasi yang diberikan,” ujar Immanuel.
Kepala BPBD Belu, Ansilla Eka Mutty, menjelaskan bahwa penyaluran difokuskan ke beberapa titik lokasi terdampak.
”Hari ini kami turun langsung ke lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan kepada warga terdampak. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban mereka,” kata Ansilla.

Penyaluran bantuan dipusatkan di kediaman Ketua Ikatan Keluarga Besar Belu Malaka Timor-Nagekeo (Belamor), Hery Klau, di Kampung Rowakoki, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Kedatangan tim BPBD Belu disambut oleh Hery Klau, Wakil Ketua Belamor Aphe Haman, serta warga perantauan setempat.
Hery mengapresiasi langkah Pemkab Belu yang turun langsung melihat kondisi warga perantauan asal Belu, Malaka, dan Timor di Nagekeo.
”Atas nama pengurus dan warga, saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya. Kunjungan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Kepedulian ini membuktikan bahwa tali silaturahmi tidak pernah terputus,” tutur Hery.
Hery juga menitipkan pesan kepada tim BPBD untuk menyampaikan kondisi warga di perantauan kepada keluarga di daerah asal.
”Kami berharap kekhawatiran keluarga di kampung halaman terobati. Walaupun berada dalam situasi penuh keterbatasan, kami di sini dalam keadaan sehat walafiat,” tambahnya.
Berdasarkan data paguyuban, terdapat 38 kepala keluarga (KK) atau 264 jiwa warga perantauan asal Belu, Malaka, dan Timor yang terdaftar resmi di kawasan Kota Mbay. Secara keseluruhan, total warga perantauan yang tersebar di Kabupaten Nagekeo diperkirakan mencapai lebih dari 100 KK.
Kegiatan penyerahan bantuan dan silaturahmi tersebut berlangsung hangat, kemudian diakhiri dengan dialog singkat antara warga perantauan dan tim BPBD Kabupaten Belu.


