BELU, NTT,Mediatihar.Com – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, mencatatkan performa gemilang pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Selain mencatatkan nilai ekspor tertinggi di Indonesia, lonjakan pelintas di gerbang RI-Timor Leste ini membawa dampak ekonomi signifikan bagi pelaku usaha lokal.
Berdasarkan data Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) per 27 Desember 2025, nilai ekspor melalui PLBN Motaain menembus angka Rp3,75 miliar. Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan 14 PLBN lainnya di seluruh Indonesia, dengan komoditas utama berupa bahan bangunan dan produk otomotif.
Tak hanya unggul di sektor perdagangan, PLBN Motaain juga menjadi titik tersibuk kedua secara nasional setelah PLBN Skouw di Papua. Tercatat sebanyak 2.688 pelintas melewati pos ini dalam satu hari, yang terdiri dari 1.269 orang di jalur keberangkatan dan 1.419 orang di jalur kedatangan.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi lonjakan ini melalui penguatan koordinasi lintas sektor.
”Kami memastikan pelayanan di PLBN tetap optimal, aman, dan lancar demi menjaga stabilitas kawasan serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan,” ujar Makhruzi dikutip dari laman resmi BNPP
Lonjakan pelintas ini dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar perbatasan. Kepala Pengelolaan PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, S.STP, mengungkapkan bahwa aktivitas ekonomi di area foodcourt dan pasar PLBN meningkat drastis.
”Dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di area foodcourt pasar PLBN cukup signifikan. Dagangan mereka sangat laris seiring meningkatnya jumlah pelintas menjelang Nataru,” jelas Maria saat diwawancarai, Minggu (28/12).
Ia menambahkan, dampak positif juga menyasar pekerja sektor informal seperti porter dan penyedia jasa rental kendaraan. Maria optimis perputaran uang akan mencapai puncaknya pada akhir tahun.
Sebagai informasi bagi masyarakat dan pelintas, Pasar PLBN Motaain beroperasi secara rutin setiap hari Selasa. Pasar ini menjadi pusat pertemuan pedagang lokal dan pembeli dari wilayah perbatasan kedua negara.
”Pada 30 Desember nanti yang bertepatan dengan hari pasar (Selasa), kami yakin penghasilan pedagang akan semakin meningkat tajam seiring puncak arus balik dan libur akhir tahun,” pungkas Maria.***
