ATAMBUA,Mediatihar.Com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua terus berinovasi dalam membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan produktif. Kali ini, melalui program pembinaan kemandirian, Lapas Atambua menggelar pelatihan pembuatan abon ikan lele yang memanfaatkan hasil budidaya kolam mandiri, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan ini melibatkan Petugas Pokja UMKM dan peserta magang Batch 2 bidang perikanan sebagai instruktur. Sebanyak 10 kg ikan lele segar diolah menjadi produk pangan praktis untuk meningkatkan nilai ekonomi bahan baku lokal.
Sinergi Pendidikan dan Pemasyarakatan
Petugas Pokja UMKM, Reni Arlina, menjelaskan bahwa pelatihan ini menggunakan teknik pengolahan modern yang menjamin higienitas dan efisiensi.
”Warga binaan dilatih dari tahap seleksi bahan baku hingga pengemasan. Kehadiran peserta magang sangat membantu dalam transfer ilmu pengetahuan terbaru. Ini adalah sinergi nyata antara dunia pendidikan dan sistem pemasyarakatan,” ujar Reni.
Wina Djawa, salah satu peserta magang, mengaku bangga bisa berbagi keahlian profesionalnya. Ia mengapresiasi antusiasme warga binaan saat mengikuti proses pemisahan daging dari duri hingga penggorengan.
Orientasi Kewirausahaan Pasca-Bebas
Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menegaskan bahwa orientasi utama program ini adalah penguatan hard skill kewirausahaan. Menurutnya, pengolahan menjadi abon memberikan margin keuntungan yang jauh lebih besar dibanding menjual ikan lele mentah.
”Kami ingin mereka mampu menciptakan lapangan kerja sendiri melalui UMKM saat kembali ke masyarakat nanti,” tegas Bambang.
Optimisme serupa dirasakan oleh Rio Bere, salah satu warga binaan. Ia mengaku baru menyadari potensi besar di balik pengolahan lele. “Saya jadi punya rencana membuka usaha kecil-kecilan di rumah nanti karena bahan bakunya mudah didapat,” ungkapnya.
Lapas Atambua berkomitmen mengembangkan skala produksi ini secara berkelanjutan. Kedepannya, produk abon lele tersebut akan dikemas secara profesional untuk dipasarkan melalui Koperasi Lapas serta berbagai pameran UMKM di tingkat kabupaten maupun provinsi.***










