Cegah Keracunan Terulang, Pemda TTS Hentikan Sementara Dapur MBG Bermasalah

TTS, Mediatihar.com – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengambil tindakan cepat dan tegas pasca-insiden keracunan massal yang diduga disebabkan oleh konsumsi makanan bergizi gratis (MBG).

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Kantor Bupati pada Senin, 6 Oktober 2025.

Eduard Markus menekankan bahwa langkah ini merupakan hasil evaluasi dan kebijakan penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Dalam konferensi pers tersebut, Bupati yang akrab disapa Buce Lioe mengumumkan tiga langkah utama yang diputuskan dalam rapat evaluasi pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Langkah pertama adalah penghentian sementara distribusi MBG dari Dapur Kota SoE 1.

Pemerintah Kabupaten TTS secara resmi meminta koordinator wilayah MBG untuk menghentikan sementara pendistribusian paket makanan bergizi ke sekolah-sekolah dan posyandu yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Dapur Kota SoE 1).

Penghentian ini berlaku sampai waktu yang belum ditentukan untuk memastikan keamanan pangan dan mencegah risiko kesehatan lebih lanjut pada anak-anak.

Selain itu, koordinator wilayah MBG juga diminta untuk melaporkan secara resmi peristiwa keracunan ini ke koordinator wilayah MBG Provinsi NTT.

Tujuannya adalah agar langkah-langkah pembenahan segera dilakukan terhadap operasional dan standar keamanan di Dapur Kota SoE 1, yang diduga menjadi sumber keracunan.

Pemerintah Kabupaten TTS juga telah memerintahkan Satgas MBG Kabupaten TTS untuk meningkatkan intensitas monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap seluruh dapur MBG di wilayah Kabupaten TTS.

Saat ini terdapat empat dapur MBG aktif yang akan menjadi fokus pengawasan untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan.

Bupati Buce menyampaikan bahwa langkah-langkah ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima program MBG.

Ia juga mengapresiasi kerja cepat seluruh pihak, termasuk tenaga medis, BPBD, Dinas Sosial, dan jajaran Forkopimda, yang telah memberikan respons darurat secara maksimal.

“Dari total 384 korban, 382 anak sudah pulih dan kembali ke rumah masing-masing, sementara dua lainnya sempat dirawat hingga Sabtu siang dan kini telah dinyatakan sembuh,” ujarnya.

Konferensi pers ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten TTS dan Koordinator Wilayah MBG Kabupaten TTS, Janse P. Punuf.

Data Korban Keracunan:

– SD GMIT SoE 2: 202 siswa

– SDI Oenasi: 70 siswa

– SDI SoE: 29 siswa

– SD Advent: 13 siswa

– TK Oenasi: 20 siswa

– SMP Advent: 12 siswa

– SMA Karya: 9 siswa

– SDI Maleset: 6 siswa

– Posyandu Kota Baru: 6 orang

– SMK Kristen: 6 siswa

– Posyandu Bhayangkari: 3 orang

– TK Advent: 2 siswa

– PAUD Cendana: 2 siswa

– Posyandu Maleset: 2 siswa

– Posyandu Nonohonis: 1 siswa

– TK Ora Et Labora: 1 siswa

Dengan adanya kejadian ini, Pemerintah Kabupaten TTS berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan kualitas program MBG demi memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh penerima manfaat.

Langkah-langkah preventif akan terus dievaluasi dan ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *