Bupati TTU: Jangan Hanya Tanda Tangan, Kerja Sama Kesehatan dengan Belu Harus Nyata!

Bupati TTU dan Bupati Belu menandatangani Kesepakatan Bersama (MoU) pelayanan kesehatan rujukan.

ATAMBUA,Mediatihar.Com – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menegaskan bahwa kolaborasi pelayanan kesehatan antarwilayah tidak boleh sekadar menjadi seremoni di atas kertas. Hal tersebut ia sampaikan saat menandatangani Kesepakatan Bersama (MoU) pelayanan kesehatan rujukan antara Pemkab TTU dan Pemkab Belu.

​Acara yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Belu pada Senin (09/02/2026) ini menandai langkah strategis kedua daerah dalam memperkuat akses medis bagi masyarakat di perbatasan.

​Dalam sambutannya, Bupati Yosep menekankan bahwa kesehatan adalah hak konstitusional yang tidak boleh terhambat oleh sekat wilayah administratif. Menurutnya, akses layanan medis yang adil dan berkualitas adalah prioritas utama pemerintah daerah.

​”Pelayanan kesehatan tidak boleh mengenal batas administratif. Sudah menjadi tanggung jawab moral dan konstitusional kita untuk membuka akses seluas-luasnya demi keselamatan masyarakat,” ujar Yosep.

​Ia menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan solusi cerdas dalam kerangka otonomi daerah. Dengan keterbatasan yang dimiliki masing-masing kabupaten, sinergi menjadi kunci untuk menutupi celah layanan yang ada.

​Bupati TTU secara khusus meminta agar jajaran dinas terkait dan manajemen rumah sakit memastikan poin-poin kesepakatan dijalankan secara konsisten di lapangan. Ia tidak ingin dokumen yang ditandatangani hanya menjadi arsip tanpa dampak nyata.

​”Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi diimplementasikan secara konsisten, dievaluasi secara berkala, dan terus disempurnakan sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

​Menutup arahannya, Yosep memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Belu dan pihak RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua yang telah bersedia menjadi mitra rujukan bagi warga TTU.

​”Semoga kerja sama ini menjadi jalan pengabdian yang membawa harapan, menyelamatkan kehidupan, dan memperkuat persaudaraan antar-daerah,” pungkas Yosep.