ATAMBUA,Mediatihar.Com – Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 yang digelar di Mako Satgas Pamtas, Kelurahan Umanen, Senin (05/01/2026).
Hadir didampingi Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, Bupati Willy menegaskan bahwa kehadiran jajaran Pemerintah Daerah merupakan bentuk dukungan moril bagi para prajurit yang bertugas menjaga kedaulatan negara jauh dari keluarga.
Dalam sambutannya, Bupati Willy menyampaikan bahwa pemerintah daerah memposisikan diri sebagai keluarga bagi para prajurit.
“Saya dan Pak Wakil Bupati hadir malam ini sebagai bagian dari keluarga, sebagai orang tua bagi seluruh prajurit. Walaupun merayakan Natal jauh dari orang tua kandung, kehadiran kami di sini adalah bentuk kebersamaan dan perhatian,” ujar Bupati Willy Lay.
Selain menjaga stabilitas keamanan, Bupati juga memuji peran aktif Satgas Pamtas dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat di Kabupaten Belu.
Bupati Willy melaporkan bahwa secara umum, situasi keamanan di Kabupaten Belu selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung sangat kondusif. Ia menilai masyarakat semakin dewasa dalam merayakan hari besar dengan penuh kesederhanaan dan sukacita.
Menariknya, Bupati Willy mengungkapkan visi besar untuk menjadikan perbatasan RI–RDTL sebagai destinasi wisata perbatasan. Ia berencana menggandeng TNI dan Unidade de Patrulhamento de Fronteiras (UPF) Timor Leste untuk menciptakan konsep “wisata patroli bersama”.
“Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa perbatasan Indonesia–Timor Leste adalah salah satu yang paling aman di dunia. Secara administrasi negara kita berbeda, tetapi secara budaya dan kultural kita tetap satu,” jelasnya.
Acara diakhiri dengan pemberian bingkisan Natal kepada anggota Satgas Pamtas sebagai simbol tali asih. Kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Belu, Kepala PLBN Motaain dan Motamasin, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan TNI diharapkan terus terjaga demi memastikan wilayah perbatasan tetap menjadi garda terdepan yang aman, damai, dan produktif.
