Bukan Kaleng-Kaleng! Cara Brutal Pemkab Belu Lawan Kemiskinan di Sektor Pertanian

BERITA, DAERAH, PERTANIAN1014 Views

ATAMBUA,Mediatihar.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu secara konsisten terus menggulirkan program strategis bertajuk “Revolusi Pertanian Menuju Tani Mandiri”. Di bawah komando Bupati Willybrodus Lay dan Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves, langkah ini diambil untuk mentransformasi sektor agraris dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan di wilayah perbatasan.

​Pemerintah menyadari bahwa produktivitas tinggi dimulai dari akses lahan yang baik. Hingga saat ini, Pemkab Belu telah memfasilitasi pembukaan lahan baru seluas 153 Ha dan pengelolaan lahan masyarakat mencapai 666,5 Ha. Dukungan ini kian lengkap dengan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 850 meter untuk memudahkan mobilisasi hasil panen.

​Tak hanya itu, sentuhan teknologi mulai diterapkan melalui pengadaan 1 unit Drone Sprayer serta puluhan unit alat mesin pertanian (Alsintan) lainnya, termasuk 48 unit handtraktor dan 42 unit pompa air. Langkah ini diharapkan mampu mengubah pola tanam tradisional menjadi lebih efisien dan modern.

​Intervensi langsung dilakukan dengan penyaluran sarana produksi pertanian (Saprodi) dalam skala besar. Untuk musim tanam ini, pemerintah telah mendistribusikan:

​Benih Pangan: Lebih dari 10 ton bibit padi dan 30 ton bibit jagung.

​Pupuk Subsidi: Alokasi sebesar 1.209 ton Urea dan 1.049 ton NPK untuk memastikan kecukupan nutrisi tanaman.

​Diversifikasi Komoditas: Pengembangan 185.816 umbi Porang (Maek Bako) dan 36.732 anakan pohon Sengon sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.

​Selain fokus pada lahan hijau, Pemkab Belu juga memperkuat sektor protein hewani. Distribusi bantuan meliputi 50 ekor sapi, 150 ekor babi, 77 ekor kambing, hingga 7.500 ekor ayam KUB. Di sektor perikanan, sebanyak 21.000 benih ikan disalurkan untuk memperkuat ketahanan pangan tingkat desa.

​Keberhasilan program ini bertumpu pada kolaborasi masyarakat. Berdasarkan data terbaru, bantuan tersebut telah menyentuh 419 Kelompok Tani, 77 Kelompok Ternak, dan 20 Kelompok Nelayan.

​Melalui sinergi antara bantuan alat, ketersediaan bibit, dan pendampingan infrastruktur, Pemkab Belu optimis bahwa target kemandirian pangan bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang akan segera dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Belu.